ISIS Rilis Video Jurnalis Inggris yang Disekap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pasukan Irak memegang bendera Negara Islam saat beroperasi diarea Amirli, utara Baghdad, Irak (1/9). Pasukan Irak, Kurdi dan milisi Syiah melanjutkan serangan balik mereka terhadap ISIS yang dipicu kesuksesan menembus blokade ISIS di kota Amirli. AP

    Sejumlah pasukan Irak memegang bendera Negara Islam saat beroperasi diarea Amirli, utara Baghdad, Irak (1/9). Pasukan Irak, Kurdi dan milisi Syiah melanjutkan serangan balik mereka terhadap ISIS yang dipicu kesuksesan menembus blokade ISIS di kota Amirli. AP

    TEMPO.COJakarta - Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali merilis video seorang jurnalis Inggris, John Cantile, Kamis, 18 September 2014. Dalam video itu, Cantile mengatakan ia akan mengungkap "kebenaran" dan "program" terkait penyerangan ISIS melawan media Barat. 

    Dikutip dari Reuters, Kamis, 18 September 2014, video berdurasi tiga menit yang diunggah ke media sosial itu memperlihatkan Cantile dalam kondisi sehat. Tidak seperti rekan-rekan wartawan yang pernah diculik ISIS, Cantile duduk di depan sebuah meja dengan latar belakang hitam. (Baca: Anggota ISIS Warga Inggris Penggal Jurnalis AS)

    "Saya tahu apa yang Anda pikirkan. Anda berpikir, 'Dia hanya melakukan ini karena sedang ditahan. Di kepalanya ada pistol dan dia dipaksa untuk melakukan ini'. Benar. Nasib saya ada di tangan ISIS," kata Cantile. (Baca: Ini 8 Anggota ISIS yang Mirip Pemenggal Jurnalis AS)

    Dalam video berjudul "Lend Me Your Ears" itu, Cantile mengaku ditangkap oleh ISIS saat tiba di Suriah pada 2012 lalu. Saat ini Cantile bekerja untuk harian terkemuka Inggris, The Sunday TimesThe Sun, dan The Telegraph. Dia ditangkap bersama seorang fotografer Belanda, Joroen Oerlemans, saat bekerja di perbatasan Suriah dengan Turki. 

    "Mungkin saya akan hidup dan mungkin akan mati. Tapi saya menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan fakta bahwa yang dapat Anda verifikasi. Fakta yang jika direnungkan, Anda bisa membantu menyelamatkan kehidupan," kata Cantile. (Baca: ISIS Kembali Eksekusi Jurnalis Amerika Serikat)

    Beberapa bulan terakhir, ISIS telah merilis video beberapa jurnalis Amerika dan Inggris. ISIS merilis video pemenggalan jurnalis Amerika James Folley dan Steven Sotloff setelah pemerintah di Negeri Abang Sam itu berencana menyerang ISIS. Beberapa waktu lalu seorang jurnalis Inggris David Haines juga dipenggal setelah Perdana Menteri David Cameron berencana memberantas ISIS.

    RINDU P. HESTYA | REUTERS

    Berita Lain:
    5 Hal Berubah jika Skotlandia Lepas dari Inggris
    Hari Ini, Skotlandia Referendum Kemerdekaan
    Ulama Saudi: ISIS Menyimpang dari Syariat Islam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.