Mahasiswa di Malaysia Diduga Terinfeksi Ebola  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Karantina dan Inspeksi menutup tandu yang dipesiapkan untuk pasien virus ebola saat simulasi di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Cina (14/8). REUTERS/Stringer

    Petugas Karantina dan Inspeksi menutup tandu yang dipesiapkan untuk pasien virus ebola saat simulasi di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Cina (14/8). REUTERS/Stringer

    TEMPO.CO, Serawak - Seorang mahasiswa Zimbabwe berusia 24 tahun tengah dalam pengawasan ketat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Serawak, Malaysia, sejak Ahad malam waktu setempat, 14 September 2014, karena diduga terinfeksi virus ebola. (Baca: WHO: Virus Ebola Cepat Menyebar)

    Kepada kantor berita Bernama, Senin kemarin, Asisten Menteri Kesehatan Masyarakat Serawak Jerip Susil mengatakan pria yang merupakan mahasiswa di sebuah universitas swasta ini menderita batuk, demam tinggi, dan gejala yang mirip gejala ebola setelah melakukan kontak dengan sekelompok mahasiswa Nigeria yang baru saja kembali ke Serawak dari negara asal mereka.

    Susil menuturkan saat ini para mahasiswa Nigeria tersebut berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Namun otoritas kesehatan negara juga mengisolasi mereka di sebuah ruangan kampus untuk sementara waktu sambil menunggu pemeriksaan medis lebih lanjut kepada mereka. (Baca: Pria Australia Diduga Terinfeksi Ebola)

    “Meskipun mereka sehat, kami terus melakukan penyelidikan mendalam kepada semua siswa Nigeria yang sudah kembali dari Nigeria ke negara kita,” ujar Susil. (Baca: Kecil Kemungkinan Ebola Masuk ke Indonesia)

    Saat ini sampel dari mahasiswa kedua negara tersebut tengah dianalisis oleh Unit Epidemiologi Negara dan setidaknya membutuhkan waktu seminggu untuk mendapatkan hasilnya.

    ANINGTIAS JATMIKA | BERNAMA

    Terpopuler

    Ratusan Warga Prancis Berjihad untuk ISIS 
    Zeus, Anjing Tertinggi di Dunia, Tutup Usia 
    Kepergok Saat Bercinta, Wanita Ini Pukuli Petugas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.