Wanita Bernama Isis Minta Akronim ISIS Diganti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendera ISIS. ANTARA/Adeng Bustomi

    Bendera ISIS. ANTARA/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Florida - Isis Martinez, 38 tahun, merilis petisi online berisi penolakan penggunaan akronim ISIS untuk menyebut kelompok militan Islamic State of Iraq and al-Sham (Negara Islam Irak dan Suriah). Perempuan bernama Isis ini frustasi karena kini orang-orang di sekelilingnya kerap menghubungkan namanya dengan kelompok itu.

    Akronim ISIS muncul pada 2013. Namun, mulai Juli lalu, ISIS menjadi perbincangan dunia karena meneror berbagai kelompok masyarakat di Irak dan Suriah, menghancurkan makam nabi, dan memenggal jurnalis Amerika Serikat.

    Akibat ulah ISIS, Isis Martinez terkena imbasnya. Isis Martinez mengaku menerima penolakan dari lingkungannya. "Setiap orang membicarakan namaku dan menghubungkannya dengan teroris. Ini sangat membuatku tak nyaman," katanya seperti dikutip Huffington Post, Sabtu, 13 Sepember 2014.

    Kekesalan Isis Martinez memuncak ketika ia datang ke sebuah rumah sakit. Seorang perawat meminta Isis Martinez menjelaskan arti nama depannya. Kemudian ia diminta menggunakan nama tengahnya saja, Teresa.

    "Itu sangat mengecewakan. Aku tidak akan mengganti namaku, begitu juga ribuan perempuan lain yang memiliki nama indah ini," kata Martinez. Ia bercerita, namanya berasal dari pemberian ibundanya. Nama itu sama dengan salah satu nama Dewi Mesir, Isis.

    Tak hanya Isis Martinez, David Emami, warga Oregon, Amerika Serikat, ikut bergabung menandatangani petisi yang sama. David adalah ayah bocah berumur tiga tahun yang juga kecewa dengan penggunaan akronim ini. "Ini merusak mental, apalagi ketika kamu tahu penggunaan akronim itu tidak akurat," katanya.

    David dan Martinez meminta agar media dan masyarakat menggunakan akronim ISIL untuk menyebut milisi itu. ISIL adalah akronim Islamic State of Iraq and Levant. Levant bermakna bahwa daerah sebaran kelompok ini meluas, tak hanya di Suriah dan Irak, tapi juga Siprus, Israel, Yordania, Libanon, Palestina, dan Turki.

    Sebelumnya, dalam sebuah pidato Juni lalu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga menggunakan akronim ISIL. Namun ia justru diprotes banyak pihak. Kini, David dan Martinez kembali meminta masyarakat mengubah penyebutan nama itu. Sebanyak 1.460 dari target 2.000 orang telah menandatangani petisi online ini.

    PUTRI ADITYOWATI | HUFFINGTON POST | NEW YORK DAILY NEWS

    Topik terhangat:

    Koalisi Jokowi-JK | Ahok dan Gerindra | Pilkada oleh DPRD | IIMS 2014

    Berita terpopuler lainnya:
    Fadli Zon Ingin Basmi Kutu Loncat seperti Ahok
    Kapolri Tahu Misteri Penyebab Hilangnya MH370
    Jokowi Pesan 10 Setel Pakaian, Berapa Harganya?
    Costa Hat-trick, Chelsea Bungkam Swansea City 4-2


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.