Qatar "Usir" Tujuh Tokoh Al-Ikhwan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wanita menangis dan satu wanita pingsan, setelah mendengar pengadilan Mesir merekomendasikan anggota keluarga mereka dengan hukuman mati di Minya, Mesir, (28/4). 683 pendukung Ikhwanul Muslimin dianggap bersalah dalam bentrokan yang menewaskan perwira polisi pada tahun lalu. Ismail/Anadolu Agency/Getty Images

    Sejumlah wanita menangis dan satu wanita pingsan, setelah mendengar pengadilan Mesir merekomendasikan anggota keluarga mereka dengan hukuman mati di Minya, Mesir, (28/4). 683 pendukung Ikhwanul Muslimin dianggap bersalah dalam bentrokan yang menewaskan perwira polisi pada tahun lalu. Ismail/Anadolu Agency/Getty Images

    TEMPO.CO, KAIRO - Qatar meminta tujuh tokoh senior Al-Ikhwan meninggalkan negeri itu setelah berbulan-bulan ditekan oleh negara-negara Teluk untuk menghentikan dukungannya terhadap kelompok yang terlarang di Mesir tersebut.

    "Pemerintah Qatar mengatakan kepada Al-Ikhwan bahwa mereka menghadapi tekanan dan situasi yang tidak memungkinkan seluruh tokoh-tokoh Al-Ikhwan di Doha," kata Ibrahim Munir, tokoh senior Al-Ikhwan di London seperti dilansir Reuters. Sambil menegaskan hal itu bukan berarti hubungan Qatar dan Al-Ikhwan memburuk.

    Qatar dan Turki adalah dua negara di kawasan yang mendukung Al-Ikhwan setelah militer Mesir menggulingkan presiden terpilih pertama negeri itu, Presiden Mohammed Mursi, yang juga pemimpin Al-Ikhwan.

    Sebaliknya, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan negara-negara Teluk lainnya menghujani pemimpin baru Mesir, mantan Jenderal Abdel Fattah El-Sisi, dengan bantuan senilai miliaran dolar. Negara-negara tersebut memandang Al-Ikhwan sebagai ancaman nyata bagi kerajaan. (Baca: Raja Arab Saudi Kunjungi Presiden Mesir)

    Ketegangan akibat dukungan Qatar terhadap Al-Ikhwan menyebabkan Arab Saudi, Bahrain dan UAE menarik pada duta besarnya dari Doha pada Maret lalu.

    "Agar tidak mempermalukan Qatar, yang selama ini telah menunjukkan keramahannya, beberapa tokoh Al-Ikhwan kami minta pindah ke luar negeri yang telah disepakati," kata tokoh senior Al-Ikhwan Amr Darrag di laman Facebook-nya. (Baca: Pengadilan Mesir Hukum Mati 12 Pendukung Mursi )

    Munir menyatakan Darrag merupakan salah seorang anggota Al-Ikhwan yang meninggalkan Qatar, namun Darrag tidak menyebut hal ini secara khusus di postingannya.

    Hubungan antara Qatar dan Mesir hancur setelah kejatuhan Mursi. Doha menyambut sejumlah tokoh senior Al-Ikhwan sejak militer Mesir melancarkan pemberantasan besar-besaran terhadap gerakan tersebut, menewaskan ratusan orang dan menangkap ribuan lainnya. Mesir juga menyatakan Al-Ikhwan sebagai gerakan teroris. Hal ini dibantah oleh Al-Ikhwan.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir mengaku tidak tahu apakah Qatar telah mengusir para tokoh Al-Ikhwan dan menolak berkomentar.

    REUTERS | NATALIA SANTI

    Terpopuler:
    Bangun Tol Laut, Jokowi-Kalla Butuh Rp 31 triliun
    Emirsyah Satar, Garuda Perkenalkan Destinasi Baru 
    Ada Diskon Tiket Citilink di Garuda Travel Fair
    BI Rate Dipertahankan, Inflasi Bisa Dikontrol 
    Garuda Travel Fair Targetkan 80 Ribu Pengunjung 
    Asap Riau Belum Mengganggu Penerbangan  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.