WHO: Virus Ebola Cepat Menyebar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan memaksa memasukan pasien ebola yang melarikan diri untuk dibawa kembali ke karantina di Rumah Sakit Monrovia Elwa, Paynesville (1/9). REUTERS/Reuters TV

    Petugas kesehatan memaksa memasukan pasien ebola yang melarikan diri untuk dibawa kembali ke karantina di Rumah Sakit Monrovia Elwa, Paynesville (1/9). REUTERS/Reuters TV

    TEMPO.COJenewa - Jumlah korban tewas akibat wabah ebola terus bertambah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, hingga saat ini ebola telah menewaskan lebih dari 2.400 orang, dan jumlah yang terinfeksi dua kali lipat dari angka tersebut.

    "Hingga hari ini, sudah ada 4.784 kasus dan lebih dari 2.400 kematian," kata Kepala Badan Kesehatan PBB Margareth Chan dalam konferensi persnya, seperti dilansir Channel News Asia, Jumat, 12 September 2014. (Baca: Kecemasan Jemaah Haji akan Wabah Ebola)

    Jumlah ini meningkat cukup pesat dari korban tewas yang dilaporkan sebelumnya pada Selasa lalu sebanyak 2.300 kematian di empat negara sejak wabah itu muncul awal tahun ini. Namun Chan tidak merinci apakah korban tewas terbaru termasuk dari Nigeria, selain dari tiga negara pusat endemik, yakni Liberia, Guinea, dan Sierra Leone.

    Di tiga negara Afrika barat yang terkena wabah ebola paling parah, jumlah kasus bertambah lebih cepat dari kemampuan mereka untuk mengantisipasinya dan mengatasinya. Karena itulah, ia menyerukan kepada masyarakat internasional untuk meningkatkan respons lebih cepat atas potensi penyebaran virus ebola. (Baca: WHO: Dunia Menyepelekan Ebola)

    Sayangnya, lanjut dia, fasilitas untuk mengobati pasien yang terkena ebola di sejumlah negara tidak memadai. Bahkan, kata dia, di Liberia tidak ada tempat satu tempat tidur pun yang tersisa untuk mengobati pasien ebola.

    Menteri Kesehatan Kuba mengumumkan telah mengirim 165 dokter dan perawat ke Sierra Leone untuk jangka waktu enam bulan untuk membantu negara itu memerangi ebola.

    Ebola adalah penyakit yang ditularkan oleh cairan tubuh yang menyebabkan demam disertai pendarahan di beberapa bagian tubuh. Lebih dari setengah jumlah kasus ebola berakhir dengan kematian. Hingga kini belum ada pengobatan khusus maupun vaksin berlisensi yang efektif untuk mengobati ebola.

    CHANNEL NEWS ASIA | ROSALINA

    Berita Lain:
    5 Juta Username dan Password Gmail Bocor
    Studi Psikologi: Insiden MH370 Hasil Konspirasi
    Ini Para Pesaing Dell Vostro 3900
    Kabar Gembira, Lubang di Lapisan Ozon Mengecil


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.