Bendera Korut Dilarang Berkibar di Asian Games

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Koji Sasahara

    AP/Koji Sasahara

    TEMPO.CO, Incheon - Sah-sah saja jika penonton ingin mendukung negaranya dengan mengibarkan bendera dalam ajang Asian Games 2014 yang akan di gelar di Incheon, Korea Selatan, pekan depan. Namun, tuan rumah ternyata membuat peraturan yang ketat, khususnya bagi negara tetangganya. Selama acara itu berlangsung, tidak boleh ada penonton yang mengibarkan bendera Korea Utara.

    Dikutip dari Chosun Ilbo, Jumat, 12 September 2014, larangan ini didasarkan pada Undang-Undang Keamanan Nasional yang yang melarang warga mengakui Korea Utara sebagai entitas politik. Selain larangan pengibaran bendera, pihak berwenang juga melarang Korea Selatan menyebarkan atau membagikan gambar Korea Utara di Internet. (Baca: Begini Kehidupan Keagamaan di Korea Utara)

    Larangan ini diputuskan oleh pejabat dari Kantor Kejaksaan Agung Publik, polisi, Badan Intelijen Nasional dan Kementerian Kebudayaan, serta Badan Olahraga dan Pariwisata dalam sebuah pertemuan Senin lalu. Dalam kesepakatan itu, bendera Korea Utara hanya boleh terlihat saat upacara pembukaan dan penutupan, ketika negara tampil di olahraga terkait, menerima penghargaan, dan tempat berkumpul para atlet.

    Korea Utara memutuskan untuk tidak mengirimkan tim pemandu sorak ke Asian Games tahun ini. Hal ini dilakukan setelah Korea Utara menolak untuk membayar tagihan untuk akomodasi mereka.

    Atlet Korea Utara telah tiba di pelabuhan Incheon sejak Senin kemarin. Mereka akan bersaing dengan 45 negara lainnya dan mengikuti 439 acara yang sudah dijadwalkan penyelenggara.

    RINDU P. HESTYA | CHOSUN ILBO

    Berita Lain:
    Pilot Terisak Umumkan Pesawat akan Meledak
    Hadapi Barat, Rusia Siapkan Hulu Ledak Nuklir
    Perawat India Jadi Korban Pemerkosaan 7 Pria


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.