Lembaga Kemanusiaan Indonesia Bantu Nelayan Gaza

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal aktivis Yahudi meninggalkan Siprus menuju Jalur Gaza membawa bantuan kemanusiaan. (cnn.com)

    Kapal aktivis Yahudi meninggalkan Siprus menuju Jalur Gaza membawa bantuan kemanusiaan. (cnn.com)

    TEMPO.CO, Jakarta: Lembaga kemanusiaan Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT), memberikan bantuan berupa perahu bagi para nelayan di Gaza. “Untuk tahap awal, ACT sedang mempersiapkan lima buah perahu nelayan ukuran sedang untuk warga Gaza. Kita berharap semua nelayan bisa mendapatkan perahu baru dengan cepat, walaupun untuk pengadaan perahu ini bukan hal mudah,” kata Senior Vice President ACT, Imam Akbari, seperti dilansir dalam siaran pers ACT News, Kamis, 11 September 2014.

    Lebih dari 45 perahu nelayan di Jalur Gaza, Palestina, hancur akibat 51 hari serangan Israel. Laut Gaza, yang merupakan salah satu sumber rezeki para nelayan Palestina, pun sepi dari para nelayan. Suplai gizi bagi warga Gaza khususnya, dari ikan-ikan segar Laut Gaza, pun semakin menipis. (Baca juga: Konflik di Gaza, Presiden Abbas Minta Bantuan Qatar)

    Padahal, berdasarkan kesepakatan gencatan senjata jangka panjang Israel-Palestina, nelayan Gaza kini bisa melaut sejauh 6 mil dari bibir pantai.

    Menurut relawan lokal, mitra ACT merupakan yang pertama berinisiatif memberikan bantuan berupa perahu nelayan. “Saat ini sejumlah NGO lain melakukan hal serupa terinspirasi dari ACT,” tulis siaran pers tersebut.

    Relawan lokal tersebut juga menyampaikan rasa terima kasih yang tak terkira kepada rakyat Indonesia yang terus memberikan bantuan kepada rakyat Gaza. Meski antara Palestina dengan Indonesia terpisahkan oleh jarak ribuan kilometer.

    NATALIA SANTI

    Berita lain:
    Bentoel Pangkas Hampir 1.000 Buruh

    Ini Naskah Papirus Tertua bagi Orang Katolik

    Sengkarut Pilkada di DPR, Ini Asal Mulanya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.