Pria Australia Diduga Terinfeksi Ebola

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan menangkap seorang pria pengidap virus ebola yang melarikan diri dari karantina di  rumah sakit Monrovia Elwa hospital (1/9). Pasein yang menggunakan tanda nama karena telah diuji dan terjangkit ebola melarikan diri dari rumah sakit. REUTERS/Reuters TV

    Petugas kesehatan menangkap seorang pria pengidap virus ebola yang melarikan diri dari karantina di rumah sakit Monrovia Elwa hospital (1/9). Pasein yang menggunakan tanda nama karena telah diuji dan terjangkit ebola melarikan diri dari rumah sakit. REUTERS/Reuters TV

    TEMPO.CO, Queensland - Pria 25 tahun telah dilarikan ke rumah sakit Australia pada Kamis, 11 September 2014, setelah menunjukkan gejala mirip terinfeksi virus ebola. (Baca: Kecil Kemungkinan Ebola Masuk ke Indonesia)

    Mengutip laporan Xinhua hari ini, pria yang tidak disebutkan namanya ini jatuh sakit setelah kembali dari Republik Demokratik Kongo. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Universitas Gold Coast di Queensland sekitar pukul 07.40 waktu setempat oleh paramedis yang mengenakan perlengkapan pelindung penuh.

    Kepala Rumah Sakit Gold Coast dan Layanan Kesehatan Damian Green telah mengkonfirmasi laporan ini dan mengatakan pria tersebut dimasukkan ke dalam ruang isolasi rumah sakit.

    "Pasien telah dipindahkan ke Rumah Sakit Universitas Gold Coast setelah diidentifikasi oleh paramedis sebagai orang yang memiliki gejala virus ebola," katanya dalam sebuah pernyataan.

    Wabah ebola terus meluas di wilayah Afrika Barat, terutama Liberia, Sierra Leone, Guinea, dan Nigeria. WHO menyatakan ebola sudah menginfeksi lebih dari 4.200 orang dan menewaskan lebih dari 2.200 jiwa. (Baca: Virus Ebola, 20 Orang Mati dalam Sehari)

    ANINGTIAS JATMIKA | XINHUA

    Terpopuler

    Ini Kalimat Terakhir dari MH17 
    Pemimpin Pemberontak Suriah Tewas Dibom 
    Inggris Mulai Luncurkan Misi Militer Hadapi ISIS







     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.