ISIS Banyak Gunakan Senjata Asal Amerika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pasukan Irak memegang bendera Negara Islam saat beroperasi diarea Amirli, utara Baghdad, Irak (1/9). Pasukan Irak, Kurdi dan milisi Syiah melanjutkan serangan balik mereka terhadap ISIS yang dipicu kesuksesan menembus blokade ISIS di kota Amirli. AP

    Sejumlah pasukan Irak memegang bendera Negara Islam saat beroperasi diarea Amirli, utara Baghdad, Irak (1/9). Pasukan Irak, Kurdi dan milisi Syiah melanjutkan serangan balik mereka terhadap ISIS yang dipicu kesuksesan menembus blokade ISIS di kota Amirli. AP

    TEMPO.CO, Mosul - Kelompok militan ISIS diduga banyak menggunakan senjata asal Amerika Serikat. Mereka mendapatkan senjata-senjata tersebut dari para pemberontak di Suriah dan pasukan tentara pemerintah Irak.

    Seperti dilansir Al Arabiya, Senin, 8 September 2014, pihak berwenang di Irak melaporkan kelompok militan ISIS telah menguasai roket anti-tank yang mirip dengan roket M79 keluaran tahun 1980 yang pernah digunakan Free Syrian Army (FSA). ISIS juga diyakini telah mengambil senjata dari instalasi militer Suriah, termasuk di dalamnya beberapa pesawat tempur.

    Dikutip dari The Washington Post, Ahad, 7 September 2014, dalam salah satu kasus, senjata asal AS ditemukan tentara Kurdi di Ayn al-Arab, Suriah. Senjata-senjata tersebut kemungkinan diperoleh milisi ISIS setelah mereka menguasai Kota Mosul, Irak utara, yang berjarak 300 mil dari Suriah.

    "Mereka mengangkut senjata-senjata ini dalam jumlah besar dengan rapi dan teroganisasi. Mereka melakukannya seperti seorang profesional," ujar Shawn Harris, investigator lapangan. Sedangkan di Irak, ISIS telah menyita sejumlah senjata buatan AS milik tentara pemerintah Irak. Sejak Juni 2014, pasukan pemerintah Irak banyak yang tewas dan kabur dari serangan ISIS.

    Berdasarkan penyelidikan organisasi peneliti senjata-senjata dalam konflik yang berbasis di London, persenjataan AS yang digunakan ISIS di antaranya senapan M16. Ada pula Humvee buatan AS yang pernah digunakan ISIS untuk melakukan serangan bom bunuh diri di Irak.

    Dalam beberapa tahun terakhir, AS telah menghabiskan ratusan miliar dolar untuk melatih dan mengakomodasi militer Irak. Kebijakan ini diambil untuk memastikan keamanan negara di Timur Tengah tersebut, sekaligus membantu pasukan AS yang dikirim ke sana pada akhir 2011.

    AL ARABIYA | THE WASHINGTON POST | VIQIANSAH DENNIS 

    Topik terhangat:

    Koalisi Jokowi-JK | Ahok dan Gerindra | Pilkada oleh DPRD | Haji 2014

    Berita terpopuler lainnya:
    Ahok Mundur dari Gerindra, Ini Kata Jokowi 
    Alasan Ahok Jatuh Cinta dan Putus dari Gerindra 
    Adem Sari, Ini Nama Pemain Bola Ganteng Asal Turki
    iPhone 6 Cuma Rp 2,3 Juta di Amerika


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.