Hina Syiah, Aktivis Kuwait Dibui Tiga Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Protes antipemerintah di Kuwait menyusul penahanan Ayyad al-Harbi yang dianggah menghina pemerintah di Twitter. rawstory.com

    Protes antipemerintah di Kuwait menyusul penahanan Ayyad al-Harbi yang dianggah menghina pemerintah di Twitter. rawstory.com

    TEMPO.CO, Kuwait - Pengadilan Kuwait menjatuhkan hukuman penjara tiga tahun kepada seorang pegiat Islam Sunni karena melontarkan pernyataan yang dianggap menghina kelompok Islam Syiah melalui akun Twitter miliknya.

    Menurut laporan BBC hari ini, cuitan yang ditulis Mubarak al-Bathali itu menghina kelompok minoritas Syiah Kuwait yang hanya berjumlah sepertiga dari 1,25 juta penduduk Kuwait dan merendahkan kesatuan nasional.

    Sebelumnya, pada 2001, Bathali juga pernah dipenjara selama enam bulan karena mengejek anak perempuan Nabi Muhammad, Fatima, yang sangat dihormati kelompok Syiah. (Baca: Irak Tuding Arab Saudi Danai Militan Anti-Syiah)

    Bathali, yang tidak hadir di pengadilan, memastikan vonis tersebut didasarkan pada hukum yang baru saja diterapkan. Sebenarnya putusan ini dapat dibawa ke tingkat banding, tapi Bathali harus segera menjalani hukuman.

    Tahun lalu, di tengah meningkatnya ketegangan sektarian di Kuwait, negara kaya minyak itu mengeluarkan hukum kesatuan nasional. Hukum ini ditetapkan setelah dalam beberapa tahun terakhir pengadilan Kuwait kerap meloloskan pegiat online dari hukuman penjara dalam kasus pelanggaran keagamaan dan pengecaman emir Kuwait.

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC

    Terpopuler

    Inggris Tangkap 12 Orang Terkait Algojo ISIS 
    Kamerun Membunuh 100 Pejuang Boko Haram
    Hadiri Pernikahan Gay, 12 Pria Mesir Ditangkap



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.