Atap Masjid Runtuh, 9 Warga Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga dan tim penyelamat berkumpul di lokasi ambruknya atap sebuah masjid di Lahore, Pakistan 9 September 2014. Setidaknya 25 orang terperangkap dan 9 tewas saat ambruknya atap masjid pada Selasa lalu. REUTERS/Mohsin Raza

    Warga dan tim penyelamat berkumpul di lokasi ambruknya atap sebuah masjid di Lahore, Pakistan 9 September 2014. Setidaknya 25 orang terperangkap dan 9 tewas saat ambruknya atap masjid pada Selasa lalu. REUTERS/Mohsin Raza

    TEMPO.CO, Lahore - Sedikitnya sembilan jemaah tewas ketika atap masjid runtuh di Kota Lahore, timur Pakistan, pada Selasa, 9 September 2014. Sementara itu, pejabat penyelamatan menyatakan, sejumlah jemaah lain dikhawatirkan masih terkubur.

    “Sembilan mayat telah ditarik keluar dari puing-puing atap. Sementara itu, tidak diketahui jumlah orang yang masih dikubur,” kata Jam Sajjad, pejabat penyelamatan Pakistan, seperti dikutip Channel News Asia, Selasa kemarin.

    Sajjad menuturkan pihaknya merasa khawatir bahwa jumlah korban tewas bisa meningkat. “Jalan-jalan di sana sangat ramai sehingga menghalangi mesin berat untuk membantu penyelamatan,” tutur Sajjad.

    Setidaknya ada 30 orang di dalam masjid sore itu. Zahid Bahsir, 35 tahun, yang kini tengah dirawat di rumah sakit karena cedera di kepala dan bahu, menuturkan atap runtuh saat mereka doa bersama. Suara keras terdengar, disusul dengan runtuhnya debu dan puing-puing.

    Menteri Makanan Pakistan menuturkan hujan yang baru-baru ini menyebabkan banjir mematikan di wilayah Kashmir, diduga kuat berkontribusi terhadap runtuhnya atap masjid ini. (Baca: Banjir India Sudah Menelan Lebih dari 400 Nyawa)

    ANINGTIAS JATMIKA | CHANNEL NEWS ASIA

    Terpopuler
    Liga Arab Sepakat Gempur ISIS Bersama
    Milisi Wanita ISIS Bentuk Brigade Al-Khansaa
    Inggris Tangkap 12 Orang Terkait Algojo ISIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.