Abbas Ancam Hentikan Kesepakatan dengan Hamas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. REUTERS/Jacquelyn Martin/Pool

    Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. REUTERS/Jacquelyn Martin/Pool

    TEMPO.CO, Gaza - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengancam memutuskan perjanjian persatuan dengan Hamas jika kelompok itu tidak menunjukkan niat baik membiarkan pemerintah menjalankan tugasnya di Jalur Gaza.

    Menjelang pertemuan menteri luar negeri Liga Arab di Kairo, Abbas menuding Hamas menjalankan pemerintahan bayangan. Padahal Abbas menginginkan adanya otoritas tunggal dan satu sistem pemerintahan.

    "Kami tidak akan menerima situasi dengan tindakan Hamas yang terus seperti itu saat ini," kata Abbas dalam sambutannya di Kairo, Mesir, yang dipublikasikan kantor berita resmi Palestina, WAFA, seperti dikutip Al Jazeera, Senin, 8 September 2014.

    Menurut Abbas, pemerintah tidak bisa menjalankan kemitraan dengan Hamas apabila situasi di Gaza berjalan seperti berada di bawah pemerintah bayangan Hamas. "Pemerintah persatuan nasional tidak bisa berbuat apa-apa di lapangan," ujarnya. (Baca juga: Israel Akan Ambil Alih 400 Hektare Lahan Palestina

    Pernyataan Abbas dilontarkan hampir dua minggu setelah gencatan senjata yang menandai berakhirnya konfrontasi 50 hari pasukan Israel di Jalur Gaza.

    Di bawah ketentuan kesepakatan rekonsiliasi awal tahun ini, faksi Hamas dan Fatah sepakat membentuk pemerintahan persatuan sementara. Kesepakatan tersebut berarti mengakhiri tujuh tahun berjalannya pemerintahan yang berbeda di Tepi Barat dan Gaza, sekaligus mengakhiri persaingan antara faksi Hamas dan Fatah.

    Kabinet baru, yang berbasis di Ramallah, terbentuk pada 2 Juni lalu, yang berarti pemerintah Hamas yang selama ini menguasai Gaza menyerahkan kekuasaannya pada pemerintahan persatuan. (Baca: Pemerintahan Bersatu Palestina Dilantik)

    Khaled Meshaal, pemimpin Hamas, mengatakan Palestina harus menjauhi pemicu permasalahan yang mungkin timbul dari media.

    "Saya menyerukan Abbas, Fatah, Hamas, seluruh faksi, serta pasukan di Palestina, termasuk tokoh-tokoh independen, untuk melakukan pertemuan dan mulai mencapai kesepakatan untuk persatuan ke depan. Satu suara, satu keputusan, satu otoritas, dan satu tujuan," tuturnya.

    AL JAZEERA | ROSALINA

    Terpopuler Dunia:
    Identitas Jack the Ripper Akhirnya Terungkap
    Jack The Ripper Ternyata Tukang Cukur Polandia
    Begini Cara Jack The Ripper Membunuh Korbannya
    Pengusaha Ini Menang Lelang Cium Elizabeth Hurley


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.