Waspada Rabies, Cina Musnahkan 5.000 Anjing

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sxc.hu

    Sxc.hu

    TEMPO.CO, Baoshan - Pemerintah Cina membunuh setidaknya 5.000 ekor anjing karena dianggap sebagai penyebab kematian lima warganya setelah digigit akibat rabies. "Anjing telah menjadi penyebab utama penyebaran rabies di Cina," kata kantor berita resmi Cina, Xinhua, seperti dilaporkan The Guardian, Ahad, 7 September 2014.

    Pemusnahan ini dilakukan di Kota Baoshan, Provinsi Yunnan. Selain pemusnahan, sekitar seratus ribu anjing lainnya diberikan vaksin antirabies. (Baca: Warga Kelapa Gading Membela Anjingnya)

    Pemerintah juga mendesak agar pejabat kota mengatur ketat kepemilikan anjing dan ikut serta dalam membunuh hewan liar di dekat permukiman warga. Namun hal ini menjadi sulit karena warga Cina semakin kaya dan cenderung mengikuti gaya hidup yang sedang tren, salah satunya adalah memelihara anjing. (Baca: Panda Dog, Tren Baru Memelihara Anjing di Cina)

    Aksi pemusnahan ini dikritik oleh aktivis hewan. Daripada meningkatkan aktivitas pemusnahan, aktivis meminta pemerintah memberikan vaksin atau mensterilkan agar jumlah anjing di negara itu tidak turun drastis.

    Wabah rabies sebenarnya cukup jarang terjadi di Cina selama lima tahun terakhir. Namun, pada 2006 lalu, tak kurang dari 16 orang di provinsi timur Shandong dilaporkan meninggal akibat rabies. Pemerintah Kota Hanzhong juga membunuh sekitar 37 ribu anjing pada 2009 lalu.

    RINDU P. HESTYA | THE GUARDIAN | CNN

    Berita Lain:
    Identitas Jack the Ripper Akhirnya Terungkap
    Pengusaha Ini Menang Lelang Cium Elizabeth Hurley
    Inilah Profil Pria yang Cium Elizabeth Hurley  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.