Demi Ukraina, NATO Siap Perang Melawan Rusia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal penghancur Royal Navy Type 45, HMS Duncan, berlabuh di Cardiff Bay, jelang KTT NATO, di Wales, Inggris Raya, 3 September 2014. REUTERS/Rebecca Naden

    Kapal penghancur Royal Navy Type 45, HMS Duncan, berlabuh di Cardiff Bay, jelang KTT NATO, di Wales, Inggris Raya, 3 September 2014. REUTERS/Rebecca Naden

    TEMPO.CO, London - Para pemimpin Organisasi Pertahanan Atlantik Utara, NATO, dalam sebuah pertemuan di Inggris Raya menunjukkan sikap bersatu melawan Rusia. Sikap tersebut diambil terkait dengan konflik di Ukraina setelah Prancis menunda pengiriman kapal perang ke Moskow. (Baca: Putin: Saya Bisa Ambil Kiev dalam 2 Minggu)

    Selain masalah Ukraina, para pemimpin negara-negara anggota NATO pada pertemuan dua hari, Kamis-Jumat, 4-5 September 2014, di Newport, Wales, tersebut membahas berbagai ancaman baru, yakni kelompok Islamic State of Iraq dan Syria (ISIS).

    Komandan tertinggi NATO, Anders Fogh Rasmussen, pada pertemuan itu memperingatkan bahwa intervensi Rusia di Ukraina menjadi sebuah ancaman sangat serius sejak Perang Dingin. (Baca: Krisis Ukraina Paksa Setengah Juta Orang Mengungsi)

    Pernyataan keras Rasmunssen tersebut disusul sikap Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Kedua pemimpin negeri maju itu dalam pernyataan bersama, sebagaimana ditulis koran Times, Kamis, 4 September 2014, bersumpah akan berdiri tegak mendukung Ukraina melawan Rusia.

    "Rusia telah merobek buku aturan secara ilegal. Negeri itu mencaplok Crimea dengan mengirimkan bala tentara ke Ukraina dan melakukan pelanggaran terhadap negara berdaulat," ucap kedua pemimpin. (Baca: NATO : 1.000 Tentara Rusia Masuki Ukraina)

    AL JAZEERRA | CHOIRUL

    TERPOPULER
    Rumah Mewah Jero Wacik Dinamai 'The Waciks'
    Pengamat: Jero Bukan Target Utama KPK
    Jero Wacik dan Kumpulan Aset Rp 16 Miliar
    Putin: Saya Bisa Ambil Kiev dalam 2 Minggu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.