Inul Ngebor di Malaysia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Malaysia: Pedangdut terkenal dengan goyang ngebor, Inul Daratista, akhirnya tampil di hadapan publik Malaysia. Konser perdananya di Stadion Merdeka, Kuala Lumpur, Minggu (1/5) malam itu, Inul berhasil menyedot ribuan orang.Ribuan penonton konser bertajuk Fenomena Dangdut Inul Daratista itu, termasuk warga Indonesia. Mereka umumnya sudah menunggu sekitar satu jam sebelum konser dimulai.Mus, 25 tahun, dan Sri, 22 tahun, jauh hari sudah bertekad ingin menyaksikan aksi penyanyi asal Pasuruan itu secara langsung. Pasangan asal Jawa Timur ini mengaku bekerja di kilang kawasan Shah Alam. Mereka berdua ingin tahu bagaimana reaksi pemerintah Malaysia yang keberatan tampilnya aksi seksi Inul. "(Pemerintah) Benar-benar melarang apa tidak," katanya sambil tertawa.Saat di atas panggung, Inul yang kehebatannya lebih bersandarkan goyangan pinggulnya (ngebor) beraksi dengan hebat. Lagu perdana Kocok Kocok mendapat sorakan dan diikuti goyang para penonton.Konser yang dikhawatirkan akan mencetuskan kontroversi, ternyata berlangsung aman. Inul yang popularitasnya memuncak di Indonesia akhirnya benar-benar mempersembahkan kebolehannya di Malaysia.Sumber di panitia konser mengungkapkan, untuk menjawab kontroversi tampilnya Inul harus dengan syarat. Syaratnya, saat joget dan goyang pinggul Inul tidak boleh membelakangi penonton.Pada malam itu ikut manggung seorang penyanyi dangdut terkenal Malaysia Salleh Yaacob. Ia mendendangkan Kopi Dangdut dan Gali Lubanga. Selama dua jam Inul beraksi dengan penuh tenaga akhirnya mengakhiri konsernya dengan lagu Let's Get Loud dan Mari Joget Sama Sama.Konser Inul mendapat liputan dari berbagai media cetak dan elektronik di Malaysia. Harian Utusan Malaysia menurunkan berita dan gambar Inul di halaman depan. Demikian juga dengan media cetak lainnya tidak ketinggalan menjadikan berita Inul sebagai head line.Bagaimana pun, kehadiran inul di Malaysia tetap mendapat reaksi dan komentar dari banyak pihak. Salah satu komentar datang dari kolumnis dan aktivis, Mu'min Effendi, 40 tahun. Menurutnya, konser Inul merupakan perangkap bagi TKI ilegal yang haus dengan hiburan, terumata dangdut."TKI baik yang legal maupun ilegal tentu akan keluar untuk menyaksikan kehebatan goyang Inul tanpa mempedulikan kalau posisi mereka terancam dari sergapan petugas," ujar Mu'min. Namun, selama konser berlangsung aparat di sana tidak melakukan penangkapan kepada penonton yang diketahui TKI ilegal.T.H. Salengke - Tempo

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.