Zat Radiaktof untuk Nuklir Hilang di Kazakstan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kota Astana, Kazakhstan (Foto: kondor-tour.kz)

    Kota Astana, Kazakhstan (Foto: kondor-tour.kz)

    TEMPO.CO, Mangistau: Kontainer yang membawa zat radioaktif berbahaya jenis caesium-137 seberat 50-60 kilogram menghilang di sebelah barat Kazakstan. Juru bicara kepolisian dari kawasan Mangistaupada, Selasa, 2 September 2014, mengatakan zat radioaktif itu terjatuh dari kontainer.

    Seperti dilansir Al Jazeera, bahan radioaktif tersebut digunakan untuk keperluan medis dan untuk reaktor nuklir. Caesium-137 yang mampu bertahan selama 30 tahun bisa mengakibatkan luka bakar serius bahkan kematian bagi mereka yang terkena paparannya. Caesium-137 adalah salah satu dari banyak zat radioaktif yang digunakan di rumah sakit, universitas, dan industri di seluruh dunia.

    Petugas keamanan negara telah bekerja sama dengan militer dan petugas darurat untuk mencari kontainer yang membawa zat radioaktif itu. Namun pihak berwenang Kazakstan tidak memberi tahu asal usul zat radioaktif yang hilang tersebut. Kazakstan mendapat hulu ledak nuklir dan situs uji coba senjata nuklir dari mantan negara induknya, Uni Soviet.

    Badan Atom dan Energi Internasional (IAEA) belum memberikan tanggapan apa pun tentang kasus ini. Setiap tahun, banyak pengaduan ke IAEA mengenai kehilangan, pencurian, dan tindakan ilegal kegiatan yang berhubungan dengan zat radioaktif.

    AL JAZEERA | VIQIANSAH DENNIS

    Baca juga:
    Pendiri Golkar Cap Agung Laksono Pengkhianat

    ISIS Kembali Eksekusi Jurnalis Amerika Serikat

    KPK: Jero Wacik Segera Jadi Tersangka

    Jadi Tersangka, Jero Bakal Dipecat dari Demokrat

    Pelaku Pelecehan di Transjakarta Ditelanjangi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.