Makam Nabi Muhammad Akan Dipindahkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah haji mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, 19 Oktober 2013.  Cem Oksuz/Anadolu Agency/Getty Images

    Jemaah haji mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi, 19 Oktober 2013. Cem Oksuz/Anadolu Agency/Getty Images

    TEMPO.CO, Madinah - Bocornya dokumen yang ditulis akademikus Arab Saudi mengenai usulan pemindahan makam Nabi Muhammad menjadi perbincangan publik. Laporan di harian The Independent berjudul "Saudi Menghadapi Risiko Perpecahan Baru dengan Usulan Memindahkan Makam Nabi Muhammad" itu mengutip usulan dalam dokumen oleh seorang akademikus yang beredar di antara para pengawas Masjid Nabawi.

    Dalam laporan setebal 61 halaman tersebut dijelaskan bahwa makam, termasuk kerangka jenazah Nabi Muhammad, yang kini berada di Kubah Hijau Masjid Nabawi di Madinah akan dipindahkan ke pemakaman al-Baqi, yang letaknya tak jauh dari Masjid Nabawi. (Baca: Militan ISIS Ledakkan Makam Nabi Yunus)

    Makam Nabi Muhammad merupakan tempat suci bagi umat Islam. Setiap hari, banyak jemaah yang berdoa di sana. Saat musim haji tiba, peziarah akan membeludak mengunjungi makam Nabi Muhammad yang berjejeran dengan makam Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khathab. (Baca: Serangan ISIS Mendekati Mekah)

    Rencana pemindahan makam ini menuai sejumlah kritik. Kepada The Independent, Senin, 1 September 2014, Direktur Yayasan Penelitian Peninggalan Islam Saudi Dr Irfan al-Alawi mengatakan upaya apa pun untuk melakukan perubahan terhadap makam akan memicu kerusuhan. Langkah itu juga berisiko memicu ketegangan sektarian antara Sunni dan Syiah yang kini telah terjadi di Suriah dan Irak.

    ANINGTIAS JATMIKA | THE INDEPENDENT

    Terpopuler

    May Myat Noe, Sang Ratu Kecantikan Sesaat 
    7 Pemimpin Dunia Dilarang Belanja di Bandara Rusia 
    Fidel Castro Sebut NATO Mirip Nazi  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.