Belanda Ikut Misi Baru NATO di Afganistan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara NATO dan kepolisian Afganistan berjaga di luar sebuah restoran Libanon, lokasi terjadinya bom bunuh diri, di Kabul, Afganistan, Sabtu (18/1). REUTERS/Omar Sobhani

    Tentara NATO dan kepolisian Afganistan berjaga di luar sebuah restoran Libanon, lokasi terjadinya bom bunuh diri, di Kabul, Afganistan, Sabtu (18/1). REUTERS/Omar Sobhani

    TEMPO.CO, Den Haag - Setelah berencana mebangun pangkalan militer tambahan di Eropa Timur, Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan membentuk satu misi baru terbatas di Afganistan utara, sebagaimana dilaporkan kantor berita Xinhua, Senin, 1 September 2014. (Baca: NATO Siapkan 5 Pangkalan Tambahan di Eropa Timur)

    Misi NATO yang dipimpin Jerman tersebut bertujuan melatih polisi dan prajurit Afganistan di bagian utara negara tersebut. Misi ini mulai berjalan pada 1 Januari 2015.

    Sebelumnya, pada Juni lalu, Menteri Luar Negeri Belanda Frans Timmermans dan Menteri Pertahanan Jeanine Hennis-Placchart telah mengumumkan kemungkinan pembentukan satu misi baru terbatas di Afghanistan utara.

    Misi terakhir Belanda, yang juga adalah misi pelatihan polisi, berlangsung dari Juni 2011 sampai Juli 2013. Misi itu didahului oleh satu misi militer di Uruzgan, Afganistan, dari 2006 sampai 2010.

    NATO dan tentara Amerika Serikat telah lama diminta hengkang dari Afganistan oleh mantan presiden Hamid Karzai. (Baca: Karzai : Afganistan Tak Butuh Tentara Amerika)

    “Saya ingin mengatakan kepada semua negara asing yang mungkin karena terbiasa atau mungkin karena ingin mengganggu (konflik Afghanistan) bahwa mereka tidak boleh mengganggu,” ujar Karzai dalam pidato terakhirnya pada Maret lalu, seperti dilaporkan Time.

    Namun, meski Presiden AS Barack Obama menyatakan perang terpanjang Amerika akan segera berakhir, AS akan tetap memberikan bantuan kecil kepada Afganistan hingga akhir tahun. “Bersama NATO, AS akan melakukan dua misi kecil, yakni memberikan pelatihan dan membantu tentara Afganistan, serta operasi kontraterorisme untuk mengejar sisa-sisa Al-Qaidah,” tutur Obama. (Baca: Militer AS Sodorkan Dua Opsi Soal Afganistan)

    ANINGTIAS JATMIKA | XINHUA | TIME

    Terpopuler

    Kibarkan Bendera Putih, Tentara Ukraina Dibantai
    Gali Pasir di Pantai, Bocah Ini Tewas Tertimbun
    Yahudi Ortodoks Diusir di Guatemala  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.