Karyawan Reaktor Nuklir Fukushima Minta Naik Gaji  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan dan staff Tokyo Electric Power Co. (TEPCO) mempergunakan pakaian anti radiasi saat memasuki gedung reaktor nuklir No. 5 di Fukushima, Jepang, (10/3). Kunjungan ini dalam rangka peringatan tiga tahun bocornya reaktor nuklir akibat gempa bumi dan tsunami. AP/Toru Hanai, Pool

    Wartawan dan staff Tokyo Electric Power Co. (TEPCO) mempergunakan pakaian anti radiasi saat memasuki gedung reaktor nuklir No. 5 di Fukushima, Jepang, (10/3). Kunjungan ini dalam rangka peringatan tiga tahun bocornya reaktor nuklir akibat gempa bumi dan tsunami. AP/Toru Hanai, Pool

    TEMPO.CO, Fukushima - Empat pekerja di pembangkit nuklir Fukushima Daiichi, Jepang, akan menggugat Tokyo Electric Power Company (TEPCO) pada Rabu, 3 September 2014, untuk meminta kenaikan gaji. Mereka merasa gaji yang diberikan terlalu kecil bila dibandingkan dengan pekerjaan yang penuh risiko.

    Pekerja ini memperbaiki saluran pipa di tangki air yang bocor akibat tsunami 2011. Mereka harus berhadapan langsung dengan radiasi nuklir yang tersebar di sekitar tangki. Pekerja menuntut TEPCO membayar sekitar US$ 96 ribu (Rp 1,1 miliar) untuk setiap karyawan. (Baca: Jepang Bangun Dinding Es Blokir Radiasi Nuklir)

    "Upah kami tidak berubah bahkan setelah TEPCO mengumumkan kenaikan gaji buruh pada November lalu," kata seorang pekerja, seperti dilaporkan NHK, Senin, 1 September 2014.

    Para karyawan juga meminta TEPCO menjamin kesehatan mereka. Sebab, para karyawan telah terpapar radiasi selama berbulan-bulan. (Baca: Jepang Rancang Nuklir Baru Pengganti Fukushima)

    Tsuguo Hirota, pengacara yang mewakili penggugat, mengatakan TEPCO bertanggung jawab untuk memastikan pekerja di subkontrak ini diberi upah yang sesuai. "Kami akan menjelaskan bagaimana kondisi pekerja pabrik Daiichi secara terbuka di ruang sidang," kata Hirota.

    Pejabat di TECPO mengatakan mereka tidak menyadari akan ada gugatan dari pekerja. Namun pejabat itu menjelaskan bahwa TEPCO akan menangani kasus ini dan mendengar permintaan penggugat di pengadilan.

    RINDU P. HESTYA | NHK

    Berita Lain:
    Wanita Inggris Rilis Video Ajakan ISIS  
    Kibarkan Bendera Putih, Tentara Ukraina DibantaiYahudi Ortodoks Diusir di Guatemala  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.