7 Pemimpin Dunia Dilarang Belanja di Bandara Rusia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin. AP/Yuri Kochetkov

    Presiden Rusia Vladimir Putin. AP/Yuri Kochetkov

    TEMPO.CO, Moskow - Sanksi Uni Eropa dan Amerika Serikat terhadap campur tangan Rusia di Krimea dibalas dengan cara yang unik. Sebuah bandara di Rusia melarang para pemimpin negara tersebut untuk berbelanja di toko bebas bea di Bandara Vladivostok. (Baca: Putin Siapkan Langkah Balasan Hadapi Sanksi Eropa)

    Mengutip laporan Daily Mail, Senin, 1 September 2014, di toko tersebut terdapat tulisan yang melarang tujuh pemimpin dunia dan enam petinggi di Ukraina untuk berbelanja di sana.

    “Berdasarkan keputusan Administrasi Toko Bebas Bea, orang-orang di bawah ini tidak diterima di sini dan tidak akan dilayani,” demikian pengumuman yang tertera di toko itu. (Baca: Kena Sanksi Eropa, Maskapai Rusia Berhenti Terbang)

    Ketujuh pemimpin dunia tersebut yakni Presiden Amerika Serikat Barrack Obama, Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Kanada Stephen Harper, Perdana Menteri Inggris David Cameron, Presiden Prancis Francois Hollande, PM Australia Tonny Abbot, dan PM Jepang Shinzo Abe.

    Tak hanya itu, tujuh pejabat Ukraina lain, termasuk Presiden Petro Poroshenko, PM Ukraina, dan Wali Kota Kiev Vitali Klitschko, juga berada dalam daftar tersebut.

    Seorang penulis dan editor Michael Idov yang mengabadikan pengumuman tersebut begitu terkejut. “Saya tidak yakin pemasangan tanda ini dibuat dengan persetujuan pihak bandara. Ini sangat mengejutkan,” katanya.

    Adapun pihak Bandara Vladivostok belum mau memberikan keterangan saat dihubungi Daily Mail Travel.

    ANINGTIAS JATMIKA | DAILY MAIL

    Terpopuler

    Kibarkan Bendera Putih, Tentara Ukraina Dibantai
    Wanita Inggris Rilis Video Ajakan ISIS 
    Yahudi Ortodoks Diusir di Guatemala  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.