Kibarkan Bendera Putih, Tentara Ukraina Dibantai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara pemerintah Ukraina memeriksa kembali senjata yang diambil dari pemberontak Pro Rusia di kota Slovyansk, Donetsk, Ukraina timur (5/7). Pada hari Sabtu, tentara Ukraina sepenuhnya mengendalikan markas pemberontak di Slovyansk yang menjadi pusat pertempuran antara tentara Ukraina dan pemberontak Pro Rusia. AP/Dmitry Lovetsky

    Tentara pemerintah Ukraina memeriksa kembali senjata yang diambil dari pemberontak Pro Rusia di kota Slovyansk, Donetsk, Ukraina timur (5/7). Pada hari Sabtu, tentara Ukraina sepenuhnya mengendalikan markas pemberontak di Slovyansk yang menjadi pusat pertempuran antara tentara Ukraina dan pemberontak Pro Rusia. AP/Dmitry Lovetsky

    TEMPO.COKiev - Ratusan tentara Ukraina dikhawatirkan menjadi korban pembantaian oleh pasukan pro-Rusia yang dicurigai mengingkari kesepakatan untuk mengizinkan mereka mundur.

    Para tentara yang loyal terhadap Kiev sempat mencoba untuk menarik diri dari Ilovaisk, sebuah kota yang dikepung dan berjarak 22 mil di sebelah timur Donetsk.

    Kabarnya, ratusan mayat bergelimpangan di sepanjang rute penarikan diri yang telah disepakati.

    Letkol Nikolai Gordienko dari Garda Nasional Ukraina mengatakan, “Mereka diberikan jalur untuk keluar dari kota, tapi kemudian mereka ditembaki.

    "Ini pelanggaran dari konvensi internasional.”

    Para relawan Ukraina mengatakan para tentara tersebut tengah melambaikan bendera putih saat mereka ditembaki dari berbagai arah saat meninggalkan Ilovaisk.

    Pasukan pemberontak pro-Rusia melancarkan serangan baru pekan lalu dengan menggunakan senjata dan pasukan tambahan yang dikirimkan oleh pihak Moskow.

    Batalion pro-Kiev Crimea meluncurkan sejumlah foto yang memperlihatkan mayat-mayat yang bergelimpangan dan kendaraan-kendaraan yang hancur. Mereka menulis pesan: “Inilah ‘koridor hijau’ Rusia. Ratusan mayat, lusinan tawanan.”

    Kabar mengenai pembantaian ini muncul setelah pertempuran sengit selama beberapa hari di mana pasukan pro-Kiev menuding pemerintah mereka tak mampu membekali mereka dengan senjata berat.

    Uni Eropa telah memberikan waktu sepekan kepada Rusia untuk menarik semua kegiatan militer di Ukraina atau bakal menerima sanksi baru. Tapi, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa penghentian pertempuran “sepenuhnya bergantung pada niat politis dari otoritas Ukraina”.

    MIRROR | A. RIJAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.