Jerman Persenjatai 4.000 Pasukan Kurdi di Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Kurdi dekat Dam Mosul di luar kota Mosul, Irak, 17 Agustus 2014. AP/Khalid Mohammed

    Pasukan Kurdi dekat Dam Mosul di luar kota Mosul, Irak, 17 Agustus 2014. AP/Khalid Mohammed

    TEMPO.CO, Berlin - Jerman akan mempersenjatai 4.000 pejuang Kurdi di Irak utara untuk melawan kelompok pemberontak Negara Islam atau Islamic State (IS), yang dulu bernama Islamic State in Iraq and al-Sham (ISIS). Menurut Kementerian Pertahanan Jerman, bantuan persenjataan itu akan dikirimkan Jerman setelah kelompok IS mengancam akan mengacaukan dan meneror wilayah Timur Tengah.

    "Bantuan persenjataan itu mencakup roket anti-tank, ribuan senapan, granat tangan, peralatan tambang, kacamata malam, dan tenda," kata Menteri Pertahanan Ursula von der Leyen, seperti dilansir New Delhi Television, Senin, 1 September 2014.

    Kebijakan itu juga sudah disetujui oleh Kanselir Jerman Angela Merkel. Meski Jerman memiliki kebijakan tidak boleh mengirim senjata ke daerah konflik, Angela Merkel menyatakan pengiriman senjata ke Irak utara adalah sebuah pengecualian karena melawan kekerasan yang dilakukan IS. (Baca: Wanita Inggris Rilis Video Ajakan ISIS)

    "Kehidupan jutaan orang, stabilitas Irak dan seluruh wilayah. Akibat tingginya angka kelompok pejuang asing, keamanan kita di Jerman dan Eropa sedang terancam," bunyi pernyataan pemerintah Jerman setelah Merkel bertemu dengan beberapa menteri untuk membahas bantuan ke pasukan Kurdi.

    "Ini adalah tanggung jawab kemanusiaan kita dan masuk dalam kepentingan keamanan kami untuk membantu mereka yang menderita, dan untuk menghentikan IS," kata Merkel.

    Jerman, seperti negara-negara Eropa lainnya, berkepentingan dengan tindakan kelompok muslim radikal yang dapat mengancam keamanan dalam negeri mereka. (Baca juga: Militer Irak Rebut Kota Amerli dari Tangan ISIS)

    Menurut intelijen Jerman, setidaknya 400 warga negara Jerman telah bergabung dengan IS. Badan Intelijen Jerman menyatakan ada bukti bahwa lima warga Jerman telah melakukan serangan bunuh diri mendukung kelompok pemberontak dalam beberapa bulan terakhir. (Baca: Jihadis ISIS Capai 100 Ribu Orang)

    Sebelumnya Jerman lebih dulu mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk mendukung pasukan Kurdi di Irak berupa peralatan pertahanan, seperti helm dan pelindung tubuh, tapi tidak ada bantuan senjata. Dalam bantuan itu, Jerman juga mengirim enam tentara ke konsulat jenderal di Arbil untuk membantu koordinasi.

    NDTV | ROSALINA

    Terpopuler Dunia
    Nasib Pasukan Asal Fiji di Suriah Belum Diketahui
    Korban Ebola di Afrika Barat Mencapai 20 Ribu Jiwa
    Pesawat Jatuh di Denver, Semua Penumpang Tewas 
    Anjing Ini 17 Ribu Kali Gagal Diadopsi, Kenapa?



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.