Simpatisan ISIS Beberkan Rencana Teror Biologis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita pengikut agama kuno Yazidi beristirahat di kuil suci setelah mengungsi akibat serangan dari Negara Islam Irak (ISIS) di pegunungan Shikhan (11/8). AP/ Khalid Mohammed

    Seorang wanita pengikut agama kuno Yazidi beristirahat di kuil suci setelah mengungsi akibat serangan dari Negara Islam Irak (ISIS) di pegunungan Shikhan (11/8). AP/ Khalid Mohammed

    TEMPO.COAntakya - Kubu militer di utara Suriah berhasil menggerebek tempat persembunyian simpatisan Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) di Idlib, perbatasan Suriah dan Turki. Dalam penggerebekan itu, ditemukan satu laptop yang ditinggal pemiliknya karena melarikan diri.

    "Kami pikir itu sudah tak lagi berfungsi. Kami temukan (laptop itu) penuh debu," ujar Abu Ali, pemimpin gerakan militer di Suriah utara pada Foreign Policy, Selasa, 29 Agustus waktu setempat. (Baca:Ibu Wartawan AS Minta ISIS Contoh Nabi Muhammad)

    Abu menyerahkan laptop tersebut pada tim redaksi Foreign Policy yang langsung mencoba membuka akses komputer jinjing tersebut. Tak diduga, laptop masih berfungsi plus sang pemilik tak menyertakan kata kunci untuk mengakses laptop tersebut.

    Dari penelusuran, ditemukan 146 Gigabyte yang disembunyikan dalam laptop berperanti lunak Windows itu. Isinya beragam bahasa, mulai dari bahasa Arab, Inggris, dan Prancis. (Baca:Wilayah Kekuasaan ISIS Sudah Seluas Inggris)

    Ditelusuri lebih lanjut, rupanya file-file  tersebut berisi tentang banyak video dan manual berjihad. Antara lain, cara untuk membuat bom, mencuri mobil, dan bergerilya untuk menghindari buruan polisi. Namun, yang paling parah, dalam laptop yang tercatat atas nama Muhammed S, seorang warga Tunisia itu, terdapat manual untuk menggunakan senjata biologis.

    "Itu digunakan untuk menyerang target potensial. Ini sangat mengejutkan," ujarnya. Dalam manual tersebut, ditulis propaganda, "Keuntungan menggunakan senjata biologis meminimalisasi biaya, tapi dampaknya akan dahsyat."

    Salah satu cara yang disugestikan dalam dokumen di laptop tersebut adalah penggunaan granat virus. "Lempar di area tertutup seperti stasiun bawah tanah, pusat keramaian, atau stadion sepak bola. Akan lebih efektif jika digunakan dalam tempat berpendingin ruangan."(Baca:ISIS Kubur Hidup-hidup Anak dan Perempuan Yazidi)

    Dari laptop tersebut kemudian ditelusuri keberadaan Muhammed. Dua universitas di Tunisia mengaku bahwa ia adalah mahasiswa di sana. Lebih mengejutkan lagi karena ia menekuni studi fisika dan kimia. Namun, kedua universitas tersebut mengaku hilang kontak dengan Muhammed pada 2011.

    FOREIGN POLICY | ANDI PERDANA

    Baca juga:
    Sebelum Terbakar, Bus Transjakarta Baru Lulus Cek
    Prabowo Pilih Suhardi karena Kloset Jongkok
    Telkom Bangun Kabel Laut Manado-Los Angeles
    Mertua Anas dapat Salam Tempel Soeharto Semiliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.