OKI: ISIS dan Boko Haram Ancaman Umat Islam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden SBY berbicara kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon, dalam pertemuan di Nusa Dua, Bali, 28 Agustus 2014. (Sonny Tumbelaka/Getty Images)

    Presiden SBY berbicara kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon, dalam pertemuan di Nusa Dua, Bali, 28 Agustus 2014. (Sonny Tumbelaka/Getty Images)

    TEMPO.CONusa Dua - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI) Iyad A. Madani menyatakan kelompok-kelompok sektarian, seperti Boko Haram di Nigeria dan Negara Islam Al-Sham (ISIS) di Suriah dan Irak, merupakan ancaman bagi umat Islam.

    Masalah perkembangan kelompok sektarian tersebut dibahas dalam pertemuan antara Presiden SBY dan Madani menjelang Global Forum ke-6 Aliansi Peradaban Perserikatan Bangsa-bangsa (United Nations Alliance of Civilizations/UNAOC), di Nusa Dua, Bali, Kamis, 28 Agustus 2014. (Baca: Militer Suriah Lumpuhkan 140 Pejuang ISIS)

    “Kelompok-kelompok itu tidak mencerminkan pandangan dari umat Islam secara keseluruhan. Negara anggota OKI, termasuk Indonesia, harus bahu-membahu menjelaskan dan menyampaikan ajaran Islam yang sebenarnya,” kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa usai pertemuan. “Kelompok ISIS dan Boko Haram menyalahartikan ajaran Islam tersebut.”

    Menurut Marty, Sekjen OKI menyebut Indonesia sebagai contoh negara yang bisa menampilkan sosok moderat dan bisa menjadi solusi dari permasalahan. “Indonesia menunjukkan semangat moderasi, semangat Islam,” katanya. (Baca: Waspadai ISIS, Telkomsel Sebar SMS ke 2 Juta Orang)

    Madani dilantik sebagai Ketua OKI pada Januari 2014. Sepanjang pembahasan, ia  menyatakan apresiasi terhadap Indonesia yang disebut-sebut sebagai contoh dimana suatu negara Islam dan moderasi bisa berjalan secara selaras dan serasi.

    Menurut rencana, Madani akan menjadi pembicara dalam acara di sela Forum UNAOC bertema “Koeksistensi Budaya yang Berbeda: Contoh dari Sejarah sebagai Pelajaran bagi Masa Depan” yang digelar pada Jumat hari ini, 29 Agustus 2014.

    Alliance of Civilization (AOC) dibentuk oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 14 Juli 2005 dan dikosponsori oleh mantan Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan.  (Baca:Tolak Baiat ISIS, 700 Warga Sheitat Dipenggal)

    AOC dibentuk dengan tujuan antara lain mendorong terciptanya harmony among civilization atau harmoni di antara peradaban. Selain itu, lembaga ini juga ingin menjembatani kesenjangan antara Islam dan Barat. AOC juga berkomitmen untuk membangun kemauan politik bersama dan memobilisasi aksi bersama untuk menghadapi prasangka, mispersepsi dan menolak ekstremisme dalam masyarakat. 

    NATALIA SANTI

    TERPOPULER
    Hasil Pleno, Demokrat Tetap Koalisi Merah Putih
    Ditolak SBY, Jokowi Siap Naikkan Harga BBM

    Pelat Nomor Lamborghini Lulung Tak Terdaftar

    Jokowi Diuntungkan Jika SBY Naikkan BBM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.