Kasus Saham Adidas, Bos IMF Akui Lakukan Kelalaian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur IMF Christine Lagarde. REUTERS/Stephanie McGehee

    Direktur IMF Christine Lagarde. REUTERS/Stephanie McGehee

    TEMPO.CO, Paris - Ketua Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde kian terseret lebih dalam pada kasus penipuan dan korupsi senilai lebih dari 400 juta euro. Dalam sebuah pernyataan, ia mengakui melakukan kelalaian, namun menolak mundur dari jabatannya di IMF.

    Wanita terkuat pengaruhnya di dunia urutan kelima versi majalah Forbes ini ditanyai tim penegak hukum Prancis atas penanganan dana 405 juta euro yang melibatkan konglomerat Bernard Tapie, pemilik Adidas. Saat kejadian tahun 2008, dia menjabat sebagai Menteri Keuangan Prancis.

    Pengadilan menyebut Tapie menerima perlakuan istimewa sebagai imbalan untuk mendukung Nicolas Sarkozy dalam pemilihan presiden tahun 2007. Sarkozy diketahui memenangkan pemilihan saat itu.

    Selama ini dalam persidangan, Lagarde berstatus sebagai "saksi khusus", yang mewajibkan dia untuk kembali dimintai keterangan dan bersaksi di pengadilan. Namun pekan ini, setelah Lagarde bersaksi untuk keempat kalinya, ia ditempatkan di bawah penyelidikan resmi. Tuduhan kelalaian bisa membawanya pada hukuman maksimal satu tahun penjara dan denda 15 ribu euro.

    Bereaksi terhadap pengembangan kasus ini, Lagarde menyatakan telah menginstruksikan pengacaranya untuk mengajukan banding atas keputusan ini, yang dianggapnya benar-benar tidak berdasar. "Saya akan kembali ke Washington untuk kembali menunaikan tugas saya," katanya, yang menyatakan "tidak" ketika ditanya apakah akan mundur dari IMF.

    Skandal itu diduga bakal membeber dugaan kronisme di tingkat tertinggi saat Sarkozy berkuasa. Kasus Tapie bermula saat pemilik Adidas itu beperkara dengan bank milik pemerintah tahun 1990. Karena tak dapat membayar bunga utang, tahun 1992 Tapie memberi mandat pada bank Credit Lyonnais untuk menjual saham Adidas, dan bank mengubahnya menjadi kepemilikan, sebelum menjualnya pada Robert Louis-Dreyfus dengan harga tinggi. Karena merasa dicurangi, ia menuntut kompensasi.

    Lagarde yang menjadi menteri keuangan dalam kabinet Sarkozy mengintervensi kasus ini. Dia menawarkan penyelesaian di luar pengadilan dan kasus dua dekade ini berakhir dengan pemberian kompensasi pada Tapie.

    Lagarde berkeras dia tak berbuat salah dan menyatakan dirinya "selalu bertindak demi kepentingan negara dan sesuai dengan hukum".

    Lima orang telah didakwa dalam kasus ini, termasuk Stephane Richard, yang sebelumnya menjadi kepala staf Lagarde dan yang sekarang menjadi bos perusahaan telekomunikasi raksasa, Orange. Richard secara konsisten menyatakan bahwa Lagarde sepenuhnya menyadari semua keputusan yang dibuat dalam kasus ini. "Dia adalah otoritas politik yang mengambil semua keputusan," katanya.

    AP | INDAH P.

    Terpopuler:
    Lawan Rokok, Bloomberg Sumbang Rp 385 Triliun
    Surat Terakhir James Foley untuk Keluarganya
    Seribu Lebih Anak di Inggris Diperkosa dan Dijual
    Gencatan Senjata Gaza Hanya Bertahan 1,5 Jam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?