Pejuang ISIS Asal AS Tewas di Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Douglas McAuthur McCain. AP/Hennepin County, Minn. Sheriff's Office

    Douglas McAuthur McCain. AP/Hennepin County, Minn. Sheriff's Office

    TEMPO.CO, Damaskus - Seorang pria warga negara Amerika Serikat yang diduga sebagai pejuang kelompok Negara Islam (IS) tewas dalam sebuah pertempuran di Suriah. Kabar mengenai kematian tersebut dibenarkan pejabat Gedung Putih, Selasa, 26 Agustus 2014. (Baca : Surat Terakhir James Foley untuk Keluarganya)

    Menurut keterangan pejabat AS, lelaki itu adalah Douglas McArthur McCain, 33 tahun. "Dia dulu rapper dan penggila basket, asal California." (Baca : Anggota ISIS Warga Inggris Penggal Jurnalis AS)

    McCain yang pindah agama dari Kristen menjadi Islam sekitar 10 tahun lalu itu tewas dalam pertempuran melawan Front al-Nusra, kelompok pejuang Islam yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. "Kami peduli terhadap keberadaan warga negara AS, McArthur McCain, di Suriah, dan saya benarkan kabar kematiannya di sana," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Caitlin Hayden, dalam sebuah pernyataan.

    Salah seorang pejabat keamanan nasional yang tak bersedia disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita Reuters, FBI sedang menginvestigasi kematian McCain. Kematian McCain merupakan sebuah peringatan bagi Barat atas keikutsertaan para pejuang asing di Suriah dan Irak, terutama untuk Eropa dan AS. Kantor Kementerian Luar Negeri AS memperkirakan sekitar 12.000 pejuang asing yang berasal dari sedikitnya 50 negara berada di Suriah.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Berita Terpopuler:
    Lusa, PTUN Akan Jatuhkan Vonis Gugatan Prabowo 
    Nazaruddin: Nova Riyanti Juga Istri Anas 
    Kritik Ahok: Jokowi Lelet Ambil Keputusan 
    Golkar Terancam Ditinggal Koalisi Pendukung Jokowi
    Penolakan Tifatul di Medsos, PKS: Alasannya Apa? 
    Ahok Diminta Waspadai Serangan PKS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.