Bertengkar, Dua Penumpang Diturunkan dari Pesawat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Eric Risberg

    AP/Eric Risberg

    TEMPO.CO, Chicago - Pesawat United Airlines yang berangkat dari Newark dengan tujuan Denver terpaksa mendarat darurat di Chicago, Amerika Serikat, pada Selasa, 26 Agustus 2014. Penyebabnya ada 2 orang penumpangnya yang bertengkar. Dua penumpang pesawat itu pun diturunkan di sana.

    Pertengkaran berawal saat seorang penumpang pria yang duduk di kursi baris ke-12 mengoperasikan laptopnya di meja yang terpasang di belakang kursi. Untuk mencegah penumpang di kursi depan menurunkan posisi sandaran kursinya ke belakang, ia memasangkan perangkat Knee Defenders pada meja nampan tersebut.

    Saat penumpang yang menempati kursi di depannya bermaksud menurunkan posisi sandaran, ia tidak dapat melakukannya karena terhalang oleh Knee Defender. Seorang pramugari yang mengetahui perbuatan penumpang pria tersebut memintanya untuk melepaskan perangkat itu namun ditolak.

    Mengetahui hal tersebut, perempuan yang duduk di bangku deretan 11 itu pun kesal. Ia pun menumpahkan segelas minuman ke wajah sang penumpang pria itu.

    Pertengkaran rupanya berlanjut sehingga awak pesawat memutuskan untuk mengalihkan penerbangan dari tujuan semula ke Denver menjadi ke Chicago. Di sana, kedua penumpang itu diminta turun dari pesawat dan tidak diperkenankan untuk mengikuti penerbangan yang sama ke Denver.

    Sebenarnya, penggunaan perangkat Knee Defender dalam pesawat tidak dilarang. Namun setiap maskapai penerbangan memiliki kebijakan sendiri. United Airlines telah melarang penggunaan perangkat itu di dalam penerbangannya.

    Ira Goldman, penemu sekaligus pencipta perangkat Knee Defender, menyayangkan sikap penumpang pria itu. Bulan depan, tepat 11 tahun perangkat Knee Defender dipasarkan. Dan kasus ini adalah yang pertama kali terjadi.

    ANISA LUCIANA | ABC NEWS | BBC.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.