Seribu Lebih Anak di Inggris Diperkosa dan Dijual

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (childline.gi)

    Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (childline.gi)

    TEMPO.CO, London - Sekitar 1.400 anak-anak dengan rata-rata usia 11 tahun menjadi korban kekerasan seksual dan perdagangan anak di Roterham, Inggris utara. Kasus ini terjadi dalam kurun 1997-2013, namun baru terungkap sekarang. Pelaku kasus kriminal ini diduga beberapa pria asal Asia Selatan.

    Seperti dilansir The New York Times, Selasa, 26 Agustus 2014, mayoritas korban kekerasan ini adalah anak-anak perempuan kulit putih. Kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak pertama yang sempat dibawa ke pengadilan terjadi pada 2010. Waktu itu lima pria dibui karena terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap tiga remaja perempuan.

    Dikutip dari BBC, kelima narapidana itu berasal dari kota yang didiami komunitas Asia di Inggris. Kecurigaan kemudian muncul bahwa kasus ini sudah memakan lebih banyak korban.

    Hampir dua tahun kemudian, pada September 2012, jurnalis New York Times, Andre Norfolk, mempublikasikan sebuah investigasi yang dilakukan kepolisian Inggris. Investigasi ini menyebutkan pada 2010 telah terjadi ratusan kasus yang sama di Yorkshire Selatan, kota berpopulasi 250 ribu ribu jiwa, dengan pelaku sekelompok pria asal Asia. Sejak 2010 tercatat kasus serupa juga terjadi di kota-kota lain di Inggris, seperti Oxford, Rochdale, dan Derby.

    Di Roterham, kasus yang terjadi adalah anak-anak diperkosa, dipukuli, dan dijual ke kota-kota lain di Inggris utara. Beberapa anak disiram bensin dan diancam akan dibakar jika melapor ke polisi. Pada Oktober 2012, pengadilan dan kepolisian Yorkshire Selatan telah membentuk tim untuk menginvestigasi eksploitasi seksual anak-anak. Seorang korban dengan nama samaran Isabel mengatakan kepada BBC, "Saya hanya seorang anak-anak. Apa pun yang terjadi sekarang tidak akan mengubah apa pun. Itu sudah terlambat. Seharusnya sudah sejak lama kasus ini dicegah dan dihentikan."

    Dikutip dari The Guardian, efek kasus ini bagi dunia peradilan Roterham adalah mundurnya ketua pengadilan setempat, Roger Stone. Mantan kepala pekerja sosial Skotlandia, Profesor Alexis Jay, mengatakan, selama 12 tahun, pejabat dan kepolisian Roterham menganggap remeh kasus ini.

    NEW YORK TIMES | BBC | THE GUARDIAN | VIQIANSAH DENNIS

    Baca juga:
    Ini 8 Anggota ISIS yang Mirip Pemenggal Jurnalis AS
    Indonesia Bentuk Timnas U-19 Baru, Mengapa? 
    Prabowo: Kalian Berkhianat? Dapat Apa dari Jokowi? 
    Ahok Pastikan Maju Lagi 2017  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.