Dirikan Negara Islam,Boko Haram Gencarkan Serangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imam Abubakar Shekau, pemimpin Boko Haram. digitaljournal.com

    Imam Abubakar Shekau, pemimpin Boko Haram. digitaljournal.com

    TEMPO.COBorno - Setelah mendeklarasikan berdirinya kekhalifahan lewat sebuah video pada Ahad, 24 Agustus 2014 lalu, Boko Haram semakin gencar melakukan serangan untuk menguasai kota-kota di Nigeria. Polisi mengatakan semakin hari keamanan semakin memburuk. (Baca: Ikuti ISIS, Boko Haram Dirikan Kekhalifahan)

    Mengutip laporan Al Jazeera, Selasa, 26 Agustus 2014, pejuang Boko Haram dilaporkan telah pindah ke Ashigashya pada Senin malam. Di sana mereka membantai tiga orang di depan gereja. (Baca: Boko Haram Paksa 15 Ribu Penduduk Mengungsi)

    Presiden Nigeria Goodluck Jonathan telah mengumumkan keadaan darurat di tiga negara bagian timur laut sejak Mei 2013. Presiden mengatakan bahwa para pejuang telah mengambil alih negara bagian Borno, tempat kelahiran Boko Haram. 

    Pada akhir pekan ini, Boko Haram mengatakan telag mengendalikan kota timur laut Gwoza. Di sinilah mereka mendeklarasikan berdirinya Negara Islam seperti bentukan Negara Islam Irak dan Suriah pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi.

    "Gwoza, yang berada di negara bagian Borno, sekarang merupakan bagian dari "Khilafah Islam" tegas pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau, dalam sebuah video yang dirilis pada Ahad, 24 Agustus lalu.

    Menanggapi pernyataan ini, lewat akun Twitternya, serorang tentara Nigeria mengatakan bahwa "klaim itu kosong dan negara Nigeria masih utuh."

    ANINGTIAS JATMIKA | AL JAZEERA

    Terpopuler
    Ini 8 Anggota ISIS yang Mirip Pemenggal Jurnalis AS
    Ini Skenario Inggris Buru Pemenggal James Foley
    Diam-diam Mesir dan Uni Emirat Arab Serang Tripoli


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.