Kru MH40 Dituduh Lecehkan Wanita Australia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota awak kabin Malaysia Airlines Boeing 777 - 200ER MH318 menghitung jumlah awak pesawatnya jelang lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing, pukul 00:40, (17/3). Waktu ini bersamaan dengan hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 pada (8/3). REUTERS/Edgar Su

    Seorang anggota awak kabin Malaysia Airlines Boeing 777 - 200ER MH318 menghitung jumlah awak pesawatnya jelang lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing, pukul 00:40, (17/3). Waktu ini bersamaan dengan hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 pada (8/3). REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.CO, Sydney - Seorang wanita Australia mengaku telah mendapat perlakuan tak senonoh dari pramugara Malaysia Airlines MH20. Laura Bushney, 26 tahun, mengaku dilecehkan saat tengah dalam perjalanan menuju Paris dari Kuala Lumpur pada 4 Agustus 2014. (Baca: Alasan Keamanan, MH70 Gagal Terbang Lagi)

    Untuk pertama kalinya Laura menceritakan pengalaman pahitnya ini di acara televisi Australia, Sunday Night, pada Ahad, 24 Agustus 2014. Dengan air mata berurai, ia menceritakan pelecehan seksual yang dilakukan pramugara Mohammed Rosli bin Ab Karim terhadapnya. (Baca : Keuangan Malaysia Airlines Makin Terpuruk) 

    Menurut penuturan Laura, Rosli tiba-tiba duduk di kursi sebelahnya yang kosong. Ia melihat Laura naik pesawat dengan ketakutan lantaran dua insiden Malaysia Airlines tahun ini. Namun, bukannya menenangkan, Rosli malah menggoda Laura. Ia meletakkan tangannya di paha wanita tersebut. (Baca : Sebelum MH17 Jatuh, Banyak Maskapai Ubah Rute)

    “Saat itu saya tak bisa menghentikannya karena sangat ketakutan,” katanya kepada reporter Ross Coulthart, seperti dikutip Daily Mail, kemarin. Roos menanyakan alasan Laura tidak berteriak minta tolong.

    “Saya pun bertanya di dalam hati, kenapa saya tidak berteriak, kenapa saya tidak menghentikannya,” kata Laura, yang mengaku hanya bisa mematung ketika kejadian itu menimpanya.

    Namun akhirnya Laura berhasil meminta bantuan penumpang lain yang berasal dari Kanada. Pilot pesawat MH20 langsung memisahkan Laura dengan Rosli. Meski akhirnya ditangkap polisi ketika tiba di Paris dan menyesali perbuatannya, Rosli mengaku Laura tampak tidak mengelak, sehingga ia berpikir wanita itu juga menginginkan hal tersebut.

    Malaysia Airlines telah mengkonfirmasikan insiden ini dan akan memprosesnya sesuai dengan hukum. “Malaysia Airlines akan mengambil tindakan atas tuduhan itu dengan sangat serius.”

    Sementara itu, Rosli diperkirakan akan duduk di pengadilan Prancis dalam enam atau tujuh bulan mendatang. Dan, jika tuduhan tersebut terbukti, ayah tiga anak ini bisa menghadapi hukuman 15 tahun penjara.

    ANINGTIAS JATMIKA | DAILY MAIL

    Terpopuler

    Kongo Konfirmasi Dua Kematian Akibat Ebola 
    ISIS Rebut Pangkalan Militer Suriah
    Alasan Keamanan, MH70 Gagal Terbang Lagi



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.