Penderita Ebola Asal Inggris Pulang Kampung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim pemakaman dari departemen kesehatan Liberia berdoa sebelum memasuki rumah wanita yang diduga meninggal karena virus ebola di Monrovia, Liberia (15/8). Virus ebola telah menewaskan lebih dari 1.000 orang di empat negara Afrika Barat. John Moore/Getty Images

    Tim pemakaman dari departemen kesehatan Liberia berdoa sebelum memasuki rumah wanita yang diduga meninggal karena virus ebola di Monrovia, Liberia (15/8). Virus ebola telah menewaskan lebih dari 1.000 orang di empat negara Afrika Barat. John Moore/Getty Images

    TEMPO.CO, London - Pekerja kesehatan asal Inggris terpaksa dipulangkan ke negaranya setelah positif terinfeksi ebola saat bekerja di Sierra Leone. Pria ini menjadi warga Inggris pertama yang dilaporkan mengidap ebola setelah wabah ini menyebar di beberapa negara Afrika Barat. (Baca : Vaksin ZMapp untuk Ebola Tunjukan Tanda Positif)

    Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond mengatakan pria tersebut akan segera dimasukkan ke unit isolasi di Royal Free Hospital di London, Inggris. Dia diterbangkan dengan pesawat Boeing C-17 dari Sierra Leone dan mendarat di pangkalan udara Inggris setelah tujuh jam perjalanan. (Baca: Vaksin Ebola ZMapp Habis, WHO Gelar Perundingan)

    "Keputusan final untuk melakukan evakuasi telah disetujui oleh tim dokter yang melakukan pemantauan. Kami menerima laporan bahwa pasien ini telah didiagnosis seminggu yang lalu dan mulai tidak sehat sejak dua atau tiga hari lalu," kata Wakil Kepala Dinas Kesehatan John Watson, seperti dilaporkan Reuters, Ahad, 24 Agustus 2014. (Baca : Vaksin Ebola ZMapp Berasal dari Tembakau)

    Royal Free Hospital memiliki unit isolasi tingkat tinggi khusus untuk penyakit menular. Ruang perawatan juga dilengkapi dengan staf terlatih. Direktur Perlindungan Kesehatan Badan Kesehatan Masyarakat Inggris, Paul Cosford, akan memberlakukan upaya perlindungan yang ketat untuk mengurangi risiko penularan setelah pasien ini tiba di Inggris.

    Di sisi lain, Republik Demokratik Kongo telah mengkonfirmasikan dua kematian akibat ebola kemarin. Namun Menteri Kesehatan Felix Kabange Numbi menegaskan, kematian tersebut tidak ada kaitannya dengan ebola yang tengah terjadi di negara Afrika Barat. (Baca: Kongo Konfirmasi Dua Kematian Akibat Ebola)

    RINDU P. HESTYA | REUTERS

    Berita Lain:

    Berita Terpopuler

    Jadi Presiden, Jokowi Rancang Sendiri Kemeja Putih
    Effendi Simbolon: Wagub DKI Jakarta Hak PDI Perjuangan 
    Istri Wakil Wali Kota Antri Bensin Eceran di Tegal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?