Satu Balita Israel Tewas, Gaza Digempur Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Palestina melihat 7 tersangka yang bekerja sama dengan militer Israel saat dieksekusi tembak mati oleh militan Hamas di Gaza, 22 Agustus 2014. REUTERS

    Warga Palestina melihat 7 tersangka yang bekerja sama dengan militer Israel saat dieksekusi tembak mati oleh militan Hamas di Gaza, 22 Agustus 2014. REUTERS

    TEMPO.CO, Gaza - Situasi Jalur Gaza kembali memanas setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan membalas kematian seorang bocah Israel berusia empat tahun yang tewas dihajar mortir Hamas.

    Gara-gara itu, 12 warga Palestina tewas dalam serangan terbaru, Sabtu, 23 Agustus 2014. Lima korban di antaranya merupakan satu keluarga yang tinggal di sebuah rumah di Gaza tengah. Seorang ayah berusia 28 tahun, istrinya berusia 26 tahun, dan dua anak laki-lakinya masing-masing berusia tiga dan empat tahun. Bibi si ayah yang berusia 45 tahun juga tewas.

    Pada dinihari, sejumlah serangan menewaskan sedikitnya tujuh warga Palestina. Militer Israel melancarkan sekitar 20 serangan udara ke Jalur Gaza sejak Sabtu dinihari. Sedikitnya tiga roket atau mortar menghantam wilayah selatan Israel yang berbatasan dengan Gaza. Ledakan keras dan asap tebal tampak di seluruh Kota Gaza.

    Unit darurat pada awalnya melaporkan tiga orang tewas dan lima luka-luka. Namun kemudian unit ini mengumumkan dua tewas akibat luka-luka di Al-Zawayda dekat kamp pengungsi Nusseirat. Layanan darurat mengumumkan sekitar 81 warga Palestina tewas sejak gencatan berakhir Selasa lalu.

    Menurut data pejabat kesehatan Palestina, sebanyak 2.092 warga Palestina tewas sejak pertempuran pecah pada 8 Juli 2014. Berdasarkan data PBB, 478 anak-anak dan bayi Palestina tewas dengan 320 di antaranya berusia 12 tahun atau lebih muda.

    Dari pihak Israel, balita laki-laki berusia empat tahun yang tewas ketika sebuah mortir menghantam dua mobil di Nahal Oz menambah jumlah korban tewas menjadi 68 orang, 64 di antaranya tentara, tiga warga sipil, serta seorang pekerja asal Thailand.

    AL JAZEERA | NATALIA SANTI

    Topik terhangat:

    ISIS | Pemerasan TKI | Sengketa Pilpres | Pembatasan BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    Kurikulum 2013 Cetak Calon Psikopat
    Kenapa Jokowi Minta Paspampres Tak Kaku?
    Jokowi Disarankan 'Pegang' SBY ketimbang Ical
    Seusai Putusan MK, Prabowo Curhat di Facebook
    Prabowo Terus Menggugat, Siapa Paling Diuntungkan?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.