Profil 'Jihadi John', Penjagal ISIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Militan ISIS memegang pisau berbicara dengan pria yang diduga sebagai jurnalis Amerika James Foley dalam video yang diunggah ke media sosial pada 19 Agustus 2014. Dalam video berjudul

    Militan ISIS memegang pisau berbicara dengan pria yang diduga sebagai jurnalis Amerika James Foley dalam video yang diunggah ke media sosial pada 19 Agustus 2014. Dalam video berjudul "A Message to America" ini nyawa James Foley berakhir dengan dipenggal. REUTERS/Social Media Website

    TEMPO.CO, London - Sebuah perburuan internasional dilakukan atas pelaku eksekusi James Foley, jurnalis asal Amerika serikat yang sebelumnya disandera militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dalam sebuah tayangan video, Foley dipenggal kepalanya oleh seorang anggota ISIS yang diidentifikasi sebagai 'Jihadi John', simpatisan ISIS asal Inggris.

    John diketahui sebagai salah satu dari tiga jihadis yang meninggalkan Inggris untuk bergabung dengan ISIS di Suriah. Mereka bertiga dijuluki "The Beatles" oleh anggota ISIS lainnya, merujuk pada negeri asal ketiganya yang sama dengan asal kelompok musik itu.

    Times of London melaporkan John adalah warga Inggris keturunan Pakistan. Alih-alih dipasang ISIS di garis depan, John dan sesama mulitan asal Inggris yang dijuluki "Paul" dan "Ringo," bertugas menjaga tahanan Barat yang digunakan sebagai sandera.

    "Ada laporan bahwa mereka telah cukup brutal dalam memperlakukan sandera mereka. James Foley yang mendapat perlakuan paling kejam karena dia warga AS," tulis BBC.

    John digambarkan sebagai "terdidik, cerdas, dan sangat berkomitmen pada kelompoknya". Sumber Telegraph melaporkan, John juga merupakan negosiator utama dalam negosiasi uang tebusan yang menyebabkan pelepasan 11 sandera awal tahun ini.

    Inggris dan intelijen AS dikabarkan berebut untuk mengetahui lebih lanjut tentang latar belakang John. Berdasarkan aksennya dan bagaimana dia mengucapkan kata "Muslim" dalam video, ahli bahasa percaya John berasal dari timur atau selatan London dan memiliki pengetahuan bahasa Arab. Pakar linguistik Prof Paul Kerswill mengatakan kepada Guardian, aksennya khas aksen komunitas multikultur London.

    Lebih dari 500 warga Inggris berangkat ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Beberapa diyakini sebagai anggota yang paling "kejam dan tak berperasaan". Teleghraph melaporkan, sekitar 20 hingga 30 orang diantaranya tewas saat berperang.

    TELEGRAPH | TIMES OF LONDON | INDAH P


    Topik terhangat:
    ISIS | Pemerasan TKI | Sengketa Pilpres | Pembatasan BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    MK Tolak Seluruh Gugatan Prabowo 
    SBY Merasa Dituduh Merecoki Jokowi
    Jokowi dan JK Mulai Silang Pendapat Soal Kabinet
    Usai Sidang MK, Adik Prabowo Mantu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.