Pasukan Terakhir Suriah Tinggalkan Libanon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Rayaq: Suriah menarik pasukan terakhirnya dari Libanon, setelah 29 tahun berada di wilayah tetangganya itu. Penarikan ditandai dengan perjalanan 300 prajurit yang melintasi perbatasan kedua negara, setelah sebelumnya dilakukan upacara di pangkalan udara Rayaq, wilayah timur Libanon. Penarikan pasukan ini dilakukan melalui tekanan internasional dan domestik, setelah pembunuhan mantan Perdana Menteri Rafiq Hariri, Februari lalu. Pembunuhan ini membawa kembali perang ke tanah Lebanon, setelah era perang sipil berakhir pada 1990."Segera setelah upacara ini, pasukan Suriah akan meninggalkan Libanon. Tak ada seorang prajuritpun, atau bahkan agen intelijen, Suriah di sini," kata direktur komunikasi militer Libanon, Jenderal Elias Farhat.Suriah menerjunkan pasukannya ke Libanon setahun setelah perang sipil meletus pada 1975. Damaskus masih mencengkeramkan kekuasaannya setelah perang berakhir pada 1990. Namun, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2 September 2004 mengeluarkan Resolusi 1559 yang mengharuskan penarikan semua pasukan asing di Libanon. Setelah penarikan bersejarah ini, dunia kini menantikan nasib Libanon ke depan. Negara itu akan menggelar pemilihan umum bulan depan. Kini, negara itu juga dicekik kesulitan ekonomi yang sangat menjerat. Adapun Amerika Serikat masih tetap mencemaskan campur tangan Suriah di Libanon. AFP/Budi S

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.