Kesaksian Dua Sandera Prancis tentang Foley

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • James Foley kontributor freelance GlobalPost, saat meliput di Benghazi, Libya dalam video yang dirilis pada 7 April 2011 oleh GlobalPost. Foley tidak diketahui keberadaannya selama 2 tahun sebelum beredar video pembunuhannya. AP/GlobalPost

    James Foley kontributor freelance GlobalPost, saat meliput di Benghazi, Libya dalam video yang dirilis pada 7 April 2011 oleh GlobalPost. Foley tidak diketahui keberadaannya selama 2 tahun sebelum beredar video pembunuhannya. AP/GlobalPost

    TEMPO.CO, Paris - Jurnalis asal Amerika Serikat, James Foley, dieksekusi kelompok bersenjata Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) pekan ini. Mereka mengunggah video eksekusinya di dunia maya.

    Dua sandera Prancis yang ditahan bersama Foley di Suriah dan dibebaskan Mei lalu buka suara tentang hari-hari panjangnya bersama jurnalis yang melaporkan untuk Global Post ini dalam penahanan ISIS. Menurut dia, Foley kerap menjadi bulan-bulanan bukan hanya karena dia warga AS, tapi juga karena penjaga menemukan foto John Foley, saudaranya, yang personel militer AS.

    Foley, menurut Didier François kepada radio Europe 1, pernah disalib pada dinding. Tak hanya itu, dia juga pernah dijadikan bahan "mainan" dengan pura-pura dieksekusi.

    Nicholas Henin, sandera Prancis lainnya, mengatakan kepada BBC bahwa Foley dijadikan "kambing hitam" oleh para anggota ISIS. Mereka tinggal bersama dalam sebuah kamar yang sangat sempit dan hanya boleh menggunakan toilet dua sampai tiga kali saja sehari.

    ISIS menuntut tebusan US$ 132 juta untuk pembebasan Foley, tapi pemerintah AS atau Inggris tak menganut kebijakan membayar uang tebusan bagi para sandera. Phil Balboni, CEO Global Post, mengatakan kepada NBC News permintaan tebusan lebih tinggi dari sandera asal negara lain hanya karena dia seorang warga AS.

    Pasukan AS pernah berusaha menyelamatkan Foley pada awal Juli lalu. Namun, misi gagal karena mereka menyerbu tempat yang salah. Menurut Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri, aksi ini gagal karena para sandera telah dipindahkan ke tempat lain. "Operasi ini melibatkan kekuatan udara dan darat dan terfokus pada jaringan tertentu dalam ISIS," kata pernyataan Departemen Luar Negeri. "Sayangnya, misi itu tidak berhasil karena para sandera tidak lagi berada di lokasi yang ditargetkan."

    Meski tak secara detil diungkapkan, New York Times mendasarkan berita pada pengakuan seorang sumber yang menyatakan misi itu dilakukan oleh dua lusin anggota pasukan khusus yang turun di Suriah pada awal Juli. Setelah terjadi tembak-menembak, mereka memastikan para sandera tak lagi berada di sana. Namun, sumber itu menolak menyebut lokasi serangan.

    GUARDIAN | EUROPE 1 | INDAH P

    TERPOPULER:
    Kronologi Kerusuhan Massa Pro-Prabowo di MK
    MK Tolak Seluruh Gugatan Prabowo
    SBY Merasa Dituduh Merecoki Jokowi
    Usai Putusan MK, PKB Usulkan Bagi-bagi Kekuasaan
    Dipanggil 'Presiden', Jokowi Beri Hormat Sempurna  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.