Israel Bersumpah Lanjutkan Gempur Gaza

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan warga Palestina menguburkan istri pemimipn Hamas, Mohammed Deif, yang tewas akibat serangan Israel di Gaza, 20 Agustus 2014. REUTERS/Mohammed Salem

    Ribuan warga Palestina menguburkan istri pemimipn Hamas, Mohammed Deif, yang tewas akibat serangan Israel di Gaza, 20 Agustus 2014. REUTERS/Mohammed Salem

    TEMPO.CO, Gaza - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah bahwa militer Israel tetap melanjutkan gempuran ke Jalur Gaza. "Mungkin kawasan sasaran serangan akan diperluas," ujarnya.

    Berbicara dalam acara jumpa pers, Rabu, 20 Agustus 2014, di Tel Aviv, Netanyahu mengatakan perang yang dimulai pada 8 Juli 2014 itu akan terus dilanjutkan di tengah upaya menenangkan dan mengamankan warga Israel. "Kami harus menjamin keselamatan warga Isarel. Sebab itu, operasi militer mesti berlanjut," katanya.

    Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, menganggap pidato Netanyahu di hadapan wartawan itu sebagai sebuah upaya penyembuhan penyakit Israel dan ancaman pembunuhan terhadap para pemimpin Hamas, serta merefleksikan keinginan meningkatkan kekerasan sekaligus ancaman bagi upaya gencatan senjata.

    "Ancaman tersebut sedikit pun tak menakutkan pemimpin Hamas. Kami akan melanjutkan melindungi dan mempertahankan rakyat kami menghadapi kejahatan dan kebodohan Israel," katanya.

    Hamas ingin Israel mengakhiri blokade jalur yang menghubungkan Palestina dengan Mesir karena jalur tersebut merupakan jantung ekonomi Palestina. Adapun Israel menginginkan adanya jaminan bahwa Hamas benar-benar bersedia melucuti senjata.

    AL JAZEERA | CHOIRUL



    Berita Lainnya:
    Putusan MK, Bandara Cengkareng Dijaga Berlapis
    Dukung Prabowo, Ibu-ibu Ini Bikin Dapur Umum 
    Tim Kuasa Hukum Prabowo Tak Bisa Tidur Semalaman
    Bisakah Prabowo Menang di MK? Ini Prediksi Pakar 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.