Kasus Wartawan Foley, Obama: ISIS seperti Kanker  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Militan ISIS memegang pisau berbicara dengan pria yang diduga sebagai jurnalis Amerika James Foley dalam video yang diunggah ke media sosial pada 19 Agustus 2014. Dalam video berjudul

    Militan ISIS memegang pisau berbicara dengan pria yang diduga sebagai jurnalis Amerika James Foley dalam video yang diunggah ke media sosial pada 19 Agustus 2014. Dalam video berjudul "A Message to America" ini nyawa James Foley berakhir dengan dipenggal. REUTERS/Social Media Website

    TEMPO.CO, Washington – Mengetahui salah satu wartawan dari negaranya menjadi korban tindakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang kini menyebut diri mereka Negara Islam, Presiden Amerika Serikat Barack Obama geram. Ia menyebut ISIS sebagai “kanker” dan  menyatakan negaranya tidak akan tinggal diam dan angkat kaki terkait dengan tindakan milisi ISIS dalam video pemenggalan wartawan James Foley yang tersebar di YouTube. (Baca: ISIS Rilis Video Pemenggalan Wartawan AS)

    “AS akan terus melakukan apa yang harus kami lakukan untuk melindungi rakyat. Kami akan waspada, dan kami tidak akan berhenti,” ujarnya dalam sebuah pernyataan di televisi AS, seperti dikutip CNN, Rabu, 20 Agustus 2014.

    Obama berjanji akan menegakkan keadilan atas pembunuhan Foley. Ia menyebut tindakan kekerasan ini “mengejutkan nurani seluruh dunia”.

    Pernyataan Obama ini muncul sebagai tanggapan atas video pemenggalan Foley yang dirilis Selasa lalu. Dalam video itu, ISIS juga memperingatkan AS bahwa nyawa wartawan AS lainnya, Steven Sotloff, berada di bawah “keputusan Obama”. Jika Obama tidak menarik pasukannya dari Irak, Steven akan bernasib sama dengan Foley. (Baca: Eksekusi Foley, ISIS Juga Tahan Wartawan AS Steven)

    ANINGTIAS JATMIKA | CNN

    Terpopuler

    ISIS Rilis Video Pemenggalan Wartawan AS
    Eksekusi Foley, ISIS Juga Tahan Wartawan AS Steven
    Arab: ISIS Musuh Nomor Satu Umat Islam


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.