Tambang Batu Bara Meledak, 27 Pekerja Terjebak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Rumah Sakit di Xiangning, Cina, membawa pekerja yang selamat, ketika banjir menggenangi sebuah tambang batubara dan seratus lebih pekerja terjebak di dalamnya. AP/Xinhua, Lu Xiaoyu

    Petugas Rumah Sakit di Xiangning, Cina, membawa pekerja yang selamat, ketika banjir menggenangi sebuah tambang batubara dan seratus lebih pekerja terjebak di dalamnya. AP/Xinhua, Lu Xiaoyu

    TEMPO.CO, Anhui - Sedikitnya 27 orang terperangkap di sebuah tambang batu bara di Provinsi Anhui, Cina sebelah timur, Selasa pagi waktu setempat, 19 Agustus 2014. Sebelum terperangkap, sempat terdengar ledakan cukup keras dari tambang tersebut.

    Mengutip laporan Xinhua, Selasa kemarin, ledakan terjadi sekitar pukul 03.58 di tambang batu bara Dongfang di Kota Huainan. Menurut Wakil Direktur Biro Keselamatan dan Pengawasan Kerja Wu Zhiyong, ledakan ini terjadi ketika 39 pekerja berada di bawah tanah. (Baca: Tambang Batu Bara Turki Meledak, 238 Tewas)

    Sekitar 12 pekerja berhasil diangkat dari tambang setelah ledakan. Salah satunya dirawat di rumah sakit karena mengalami luka bakar. Adapun 27 lainnya masih terperangkap di bawah tanah. Hingga kini upaya penyelamatan masih dilakukan. Namun penyelamat mengalami kesulitan karena salah satu bagian terowongan tersebut runtuh.

    Tambang yang dimiliki secara pribadi ini mampu menghasilkan 90 ribu ton batu bara setiap tahun. Tambang ini sempat melanggar perintah penutupan ketika pemerintah meminta semua tambang batu bara menangguhkan produksi pada 30 Juni dan 1 Juli akibat banjir. (Baca: Harga Batu Bara Cina Anjlok)

    ANINGTIAS JATMIKA | XINHUA

    Berita Lainnya

    ISIS Rilis Video Pemenggalan wartawan AS 
    Gencatan Senjata di Gaza Diperpanjang 24 Jam
    Maskapai AS Dilarang Terbang di Atas Suriah

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.