Militan Libya Luncurkan Roket ke Perumahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang perempuan Libya mengibarkan bendera nasional saat merayakan ulang tahun ketiga pemberontakan melawan Muammar Gaddafi di Lapangan Kebebasan di Benghazi (17/2). REUTERS/Esam Omran Al-Fetori

    Seorang perempuan Libya mengibarkan bendera nasional saat merayakan ulang tahun ketiga pemberontakan melawan Muammar Gaddafi di Lapangan Kebebasan di Benghazi (17/2). REUTERS/Esam Omran Al-Fetori

    TEMPO.CO, Tripoli - Para militan Libya menembakkan roket ke distrik yang berada di Tripoli pada Selasa waktu setempat, 19 Agustus 2014. Serangan tersebut membuat konflik semakin mendekati pusat Kota Tripoli. Penembakan juga terdengar di bagian lain dari Ibu Kota Tripoli.  

    Seperti dilansir Reuters, Rabu, 20 Agustus 2014, beberapa militan yang tidak bisa diidentifikasi menembakkan roket ke Distrik Gargersh dan Hay Andalus, dan menewaskan tiga orang. Sehari sebelumnya, kelompok yang berkhianat dengan Jenderal Khalifa Haftar diduga bertanggung jawab atas serangan pesawat tempur terhadap kelompok Islam di Tripoli Barat. Namun kelompok itu menyatakan tidak terlibat dalam serangan tersebut.

    Kelompok pemberontak yang pada tahun 2011 bersatu untuk menggulingkan Muammar Gaddafi sekarang saling serang. Serangan udara terus terjadi sejak konflik milisi Islam dengan kelompok moderat dan beberapa pasukan dari berbagai kota yang bersaing untuk mengambil alih negara anggota OPEC tersebut.

    Peristiwa ini membuat kekacauan merembet ke tempat-tempat vital, seperti ladang minyak dan bandara internasional di Tripoli. Kekacauan juga menimbulkan kekhawatiran akan menyebar ke wilayah utara dan barat kawasan Afrika.

    Pemerintah Libya saat ini menjalankan roda pemerintahannya melalui Kota Tobruk yang berada di pesisir timur. Anggota parlemen lari dari Tripoli untuk menghindari konflik di sana.

    Pemerintah Libya saat ini tidak memiliki tentara. Mereka bergantung pada para milisi untuk menjamin keamanan publik. Para penduduk di Tripoli muak dengan konflik yang terjadi antara pasukan Jenderal Khalifa Haftar dan kelompok milisi Islam. Mereka berharap NATO akan melakukan intervensi militer lagi di Libya.

    REUTERS | VIQIANSAH DENNIS



    Topik terhangat:

    ISIS | Pemerasan TKI | Sengketa Pilpres | Pembatasan BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    Bandel, Ahok Punya Cara Jebak Uber App/Uber.com
    Jokowi Ingin Makan Krupuk, Pengawal Melarang
    Prabowo Minta Ibu-ibu Siapkan Dapur Umum


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.