Berjari Raksasa, Bocah India Dilarang ke Sekolah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kaleem, anak berusia delapan tahun dengan kelainan tangan raksasa. Mirror.co.uk

    Kaleem, anak berusia delapan tahun dengan kelainan tangan raksasa. Mirror.co.uk

    TEMPO.CO, New Delhi - Seperti anak-anak kebanyakan, Kaleem ingin tetap pergi ke sekolah. Namun guru di sekolah Kaleem melarang karena kehadirannya membuat takut anak-anak lainnya. Bocah asal India ini harus menerima keadaan tangannya yang berukuran 33 sentimeter dengan berat 8 kilogram, membuat dirinya tak bisa berbuat banyak.

    "Banyak teman yang mengejek saya. Saya juga mengalami kesulitan untuk memakai pakaian, mengikat tali sepatu, dan menulis. Saya terus dijauhi," ujar Kaleem, seperti dilaporkan Mirro.co.uk, Rabu, 20 Agustus 2014. (Baca: Dokter Keluarkan 232 Gigi dari Mulut Remaja India)

    Berita Kaleem mulai mendapat perhatian setelah fotonya tersebar. Dokter menduga Kaleem menderita limfangioma, yaitu peradangan ekstrem yang mengakibatkan bagian tubuh tertentu menjadi besar, atau hamartoma, sejenis tumor jinak. (Baca : Masyarakat Hukum Tiga Pemerkosa di India)

    "Saya belum pernah melihat kasus ini dan merupakan kondisi yang langka. Sampai melakukan pengujian genetik yang tepat, kami belum bisa melakukan tindakan," kata dr Krishan Chiugh, Kepala Fortis Memorial Research Institute di Gurgaon, New Delhi.

    Upaya operasi bisa saja dilakukan. Namun, dengan kondisi ayahnya yang hanya bekerja sebagai seorang buruh, biaya yang mahal sudah tentu menjadi penghalang. Jika tak segera disembuhkan, sistem kardiovaskularnya akan terganggung dan Kaleem bisa meninggal.

    Shamim dan Haleema, orang tua Kaleem, terus berusaha mengumpulkan uang agar masalah biaya bisa segera teratasi. Namun, dengan gaji Rp 291 ribu per bulan, Shamim harus menemukan cara lain.

    "Kami ingin sekali membawa ia ke rumah sakit, tapi tidak ada uang. Bahkan, saat keuangan benar-benar menipis, istri saya terpaksa mengemis," tutur Shamim.

    Dibelit kesulitan keuangan tak membuat orang tua Kaleem putus asa. Melihat ada cara operasi, Shamim akan terus berusaha untuk mengumpulkan uang agar anaknya bisa tumbuh sehat dan normal.

    RINDU P. HESTYA | MIRROR.CO.UK

    Berita Lain:
    Tak Siap Menikah, Pria AS Pura-pura Mati 
    Gencatan Senjata di Gaza Diperpanjang 24 Jam
    Maskapai AS Dilarang Terbang di Atas Suriah  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.