Longsor Hiroshima, Belasan Orang Masih Hilang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalan ditutup setelah tertimbun tanah longsor setelah turun hujan deras yang diakibatkan Topan Halong di Sanuki, Kagawa, Jepang, 9 Agustus 2014. Topan Halong mendekati pulau Shikoku dan sedikitnya 1,3 juta warga diperingatkan untuk mengungsi. The Asahi Shimbun via Getty Images

    Jalan ditutup setelah tertimbun tanah longsor setelah turun hujan deras yang diakibatkan Topan Halong di Sanuki, Kagawa, Jepang, 9 Agustus 2014. Topan Halong mendekati pulau Shikoku dan sedikitnya 1,3 juta warga diperingatkan untuk mengungsi. The Asahi Shimbun via Getty Images

    TEMPO.CO, Hiroshima – Sedikitnya delapan orang telah dikonfirmasi tewas dan belasan lainnya hilang setelah hujan deras yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor di Kota Hiroshima pada Rabu, 20 Agustus 2014.

    Mengutip laporan Japan Times hari ini, bocah dua tahun menjadi salah satu korban tewas. Ia dinyatakan meninggal setelah terkubur longsoran tanah selama dua jam. Sementara itu, korban lain adalah kakek dan nenek berusia 77 tahun. (Baca: Terjang Jepang, Topan Halong Tewaskan 10 Orang)

    Hujan yang deras hingga lebih dari 100 milimeter per jam mengguyur Hiroshima dalam beberapa jam terakhir hingga memicu longsor dan banjir di sejumlah wilayah. Pemerintah Prefektur Hiroshima telah meminta bantuan pasukan pertahanan untuk operasi penyelamatan.

    Sementara itu, Perdana Menteri Shinzo Abe menginstruksikan badan-badan pemerintah untuk bekerja keras dalam operasi penyelamatan warga yang terkena dampak. Abe yang tengah mengisi liburan dengan bermain golf di Yamanashi langsung kembali ke Tokyo saat mendengar laporan ini.

    ANINGTIAS JATMIKA | JAPAN TIMES

    Terpopuler

    Tak Siap Menikah, Pria AS Pura-pura Mati 
    Inggris Turun Tangan Bantu Irak Hadapi ISIS 
    Gencatan Senjata di Gaza Diperpanjang 24 Jam


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.