Berenang 8 Jam, Turis Kapal Karam Berhasil Selamat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turis asing yang selamat dalam peristiwa tenggelamnya kapal Vercase dalam perjalanan dari Bali menuju Pulau Komodo, 16 Agustus 2014. AFP/Getty Images.

    Turis asing yang selamat dalam peristiwa tenggelamnya kapal Vercase dalam perjalanan dari Bali menuju Pulau Komodo, 16 Agustus 2014. AFP/Getty Images.

    TEMPO.CO, Stevenage - Joan Ostojic bersyukur dua putrinya yang menjadi korban tenggelamnya kapal di Pulau Sangeang Api, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, selamat. Kedua putrinya, Katherine, 21 tahun, dan Alice, 19 tahun, berhasil ditemukan setelah berenang selama delapan jam di perairan yang luas.

    "Saya lega mereka sudah aman. Mereka baik-baik saja dan akan segera pulang," kata Ostojic kepada The Guardian, Selasa, 19 Agustus 2014. (Baca: 18 Turis Selamat dari Kapal Karam Dibawa ke Bali)

    Ostojic, yang tinggal di Stevenage, Inggris, mengetahui hal itu setelah anaknya mengirim e-mail kepadanya. Dari e-mail itu, Ostojic menjelaskan anaknya duduk di atap kapal yang tenggelam selama sepuluh jam. Lalu mereka berenang selama delapan jam sebelum diselamatkan oleh seorang nelayan.

    Salah satu korban mengatakan kedua gadis itu harus minum air seni dan makan daun untuk menyelamatkan diri. Namun Ostijic membantah hal tersebut dan mengatakan seorang nelayan memberi mereka makan dan air bersih. (Baca: Semalaman Terapung, Gadis Jerman Ini Selamat)

    Katherine dan Alice adalah 2 dari 25 wisatawan yang melakukan perjalanan ke Pulau Komodo pada Sabtu lalu. Kapal mereka dihantam ombak dari sisi kiri karena cuaca buruk. Kapal mereka menabrak karang lalu perlahan tenggelam.

    RINDU P. HESTYA | THE GUARDIAN

    Berita Lain:
    Ini Alasan Israel Tak Mau Buka Perbatasan Gaza 
    Tak Siap Menikah, Pria AS Pura-pura Mati 
    Inggris Turun Tangan Bantu Irak Hadapi ISIS  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.