Kofi Annan : Reformasi Total PBB Sulit Dilakukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan mengaku sulit untuk melakukan reformasi dalam tubuh organisasi dunia ini secara total. Pasalnya, lima negara yang memiliki hak veto tidak bersedia menghapus hak yang sangat istimewa itu."Bagaimana kita melakukan reformasi kalau mereka (5 negara besar pemilik hak veto) tidak mau mencabut hak vetonya," kata Annan kepada Tempo di sela-sela acara Konferensi Asia Afrika di Jakarta sore ini. Meskipun demikian, dia memastikan reformasi harus tetap berlangsung.Dalam konferensi kali ini, Annan menyampaikan perlunya reformasi PBB, termasuk di Dewan Keamanan. Selama ini, lima anggota tetap Dewan Keamanan memiliki kekuatan sangat besar karena hak veto mereka. Kelima Negara tersebut adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia, dan Cina. (Faisal Assegaf)

  • PBB
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.