Ketika Granat Disangka Batu, Apa yang Terjadi?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • idfblog.com

    idfblog.com

    TEMPO.CO, London - Berhati-hatilah bila Anda melancong ke kawasan pantai di Inggris. Jangan sembarangan memungut benda-benda, meski terlihat seperti batu, setidaknya di kawasan Essex.

    Granat tangan era Perang Dunia II ditemukan di pantai ketika seorang pria mengambilnya karena menyangka benda itu "batu" dan melemparkan ke anjing piaraannya. Beruntung, tidak ada yang terluka dalam peristiwa itu.

    Benda itu diketahui granat ketika seorang spesialis bom melihatnya dan menyadari potensi bahaya. Ia lalu memperingatkan polisi dan penjaga pantai. Mereka pun langsung memasang perimeter radius 30 yard di sekeliling granat itu sebelum petugas penjinak bom datang.

    Senjata yang ditemukan terdampar di Pantai Marine Parade, Harwich, Essex, itu, seperti dilaporkan Telegraph, merupakan yang kelima dalam lima pekan terakhir. Polisi Essex menyatakan satu granat ditemukan sehari sebelumnya di Pantai West Lane dan The Promenade, sementara tiga lainnya ditemukan di kawasan Marine Parade.

    Semuanya diambil dan diledakkan oleh petugas penjinak bom yang mengawasi dan melakukan peledakan langsung di lokasi pantai. Temuan terakhir ini mendorong polisi untuk memberi peringatan lebih gencar kepada pelancong di pantai agar berhati-hati.

    Inspektor Paul Butcher dari Essex menyatakan granat-granat itu kemungkinan tercecer selama pengangkutan dan terbawa ombak ke pantai. "Kami meminta orang-orang yang datang ke pantai ini lebih berhati-hati dan waspada, dan segera menelepon layanan darurat jika menemukan peledak ini," katanya. "Setiap orang yang menemukan granat sebaiknya tidak menyentuh atau memindahkannya, segera telepon polisi."

    GUARDIAN | INDAH P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.