Warga Suriah Beri Penghargaan kepada Robin Williams  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi perempuan Suriah berdiri di luar tenda mereka, di sebuah kamp pengungsi, di Nizip, provinsi Gaziantep, Suriah (26/3). Dua tahun setelah pemberontak meraih setengah kota, dengan pasukan pemerintah menyerang di tiga wilayah. REUTERS/Murad Sezer

    Pengungsi perempuan Suriah berdiri di luar tenda mereka, di sebuah kamp pengungsi, di Nizip, provinsi Gaziantep, Suriah (26/3). Dua tahun setelah pemberontak meraih setengah kota, dengan pasukan pemerintah menyerang di tiga wilayah. REUTERS/Murad Sezer

    TEMPO.CO, Damaskus - Warga Kota Kafranbel, Suriah, memberi penghormatan menyentuh kepada mendiang aktor Robin Williams. Aksi itu, seperti dilaporkan situs Independent, Sabtu, 16 Agustus 2014, dipandang sebagai upaya menarik perhatian internasional terhadap pertumpahan darah di negara yang tengah dilanda krisis tersebut. (Baca: Pemakaman Robin Williams Dihadiri Segelintir Orang)

    Terletak di barat laut Suriah, Kafranbel adalah benteng pendukung pemberontak anti-Assad. Penduduk kawasan tersebut memang rutin memproduksi spanduk dan karya seni lalu menayangkannya di media sosial. Dalam aksi itu, mereka menekankan perlunya bantuan kepada orang-orang yang terjebak konflik.

    Spanduk terkini ditujukan untuk mengenang Williams, yang ditemukan meninggal awal pekan lalu akibat bunuh diri. Bentangan kain buatan sendiri itu dipegang oleh warga kota dan bertuliskan pesan tentang kebebasan: "Menjadi bebas lebih agung daripada semua keajaiban dan seluruh kekayaan di muka bumi", diikuti tulisan “RIP Robin Williams”. (Baca: Jubir Robin Williams Bantah Robin Ada Masalah Uang)

    Beberapa kali kelompok warga di Kafranbel membuat berbagai spanduk untuk merespons peristiwa-peristiwa yang terjadi di penjuru dunia, seperti kematian remaja kulit hitam Trayvon Martin pada 2012 dan pengeboman Boston.

    Salah satu aktivis Kafranbel, Raed Fares, mengatakan dalam situs grupnya bahwa mereka sengaja memilih menulis dalam bahasa Inggris untuk menjangkau pemirsa internasional. "Sangat penting mengirim pesan-pesan kami ke seluruh dunia," ujarnya. "Dan, bahasa Inggris adalah bahasa publik."

    INDEPENDENT | INDAH P.

    TERPOPULER

    Hamdan Zoelva Tak Takut Pengerahan Massa Prabowo-Hatta
    Fadel: Ical-Agung Laksono Akhirnya Bersepakat
    Menebak Isi Hati Megawati di 17 Agustus 
    Prabowo: Kecurangan Pilpres Catatan Buruk Sejarah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.