Banjir di Nepal Tewaskan 109 Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim SAR dan penduduk lokal melakukan pencarian korban banjir di desa Kharapani di distrik Kaski district, sekitar 200 km barat Kathmandu, Nepal, Sabtu (5/5). AP/Krishnamani Baral

    Tim SAR dan penduduk lokal melakukan pencarian korban banjir di desa Kharapani di distrik Kaski district, sekitar 200 km barat Kathmandu, Nepal, Sabtu (5/5). AP/Krishnamani Baral

    TEMPO.CO, Kathmandu – Jumlah korban tewas akibat tanah longsor dan banjir yang dipicu oleh hujan deras di Nepal dan India utara meningkat. Pada Sabtu, 16 Agustus 2014, tercatat sedikitnya 109 orang tewas akibat derasnya arus air, lumpur, dan bebatuan yang menyapu rumah mereka.

    “Sejauh ini kami sudah menemukan 85 mayat. Sementara itu, 54 orang menderita luka akibat longsor dan banjir selama tiga hari dan 113 orang masih hilang,” kata Yadav Prasad Koirala, Kepala Manajemen Bencana Nasional Nepal, seperti dikutip Channel News Asia, Senin, 18 Agustus2014.

    Hujan deras membuat sebagian besar jalan di Nepal yang berbatasan dengan India rusak parah, sehingga bantuan terpaksa dikirim melalui helikopter. “Kami hanya bisa memasok bantuan, seperti tenda dan obat-obatan, dengan menggunakan helikopter,” ujar juru bicara Kementerian Dalam Negeri Nepal, Laxmi Prasad Dhakal. (Baca: 24 Mahasiswa India Hanyut Terbawa Banjir Bandang)

    Adapun di negara tetangga, India, tepatnya di Negara Bagian Uttarakhand, banjir dan tanah longsor telah menewaskan 24 orang. Memang, wilayah ini kerap dilanda banjir dan tanah longsor. (Baca: Tiap Tahun, 514 Orang Tewas Akibat Banjir)

    ANINGTIAS JATMIKA | CHANNEL NEWS ASIA

    Terpopuler

    Tolak Baiat ISIS, 700 Warga Sheitat Dipenggal 
    Amerika Diguncang Kerusuhan Berbau Rasis
    Cara Kristiani Tangkal ISIS di Media Sosial


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.