Tangkal Ebola, Korean Air Setop Terbang ke Kenya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas tim pemakaman dari departemen kesehatan Liberia membungkus jenazah wanita yang diduga meninggal akibat virus ebola di Monrovia, Liberia (15/8). John Moore/Getty Images

    Petugas tim pemakaman dari departemen kesehatan Liberia membungkus jenazah wanita yang diduga meninggal akibat virus ebola di Monrovia, Liberia (15/8). John Moore/Getty Images

    TEMPO.CONairobi - Maskapai penerbangan asal Korea Selatan, Korean Air, menutup sementara penerbangan dari dan menuju Kenya. Hal ini dilakukan sebagai langkah mencegah penyebaran wabah virus ebola. (Baca:Tiga Jenis Virus ebola Ini Amat Mematikan

    Dilansir dari Al Jazeera pada Kamis, 14 Agustus 2014, maskapai penerbangan Negeri Ginseng itu mulai 20 Agustus 2014 akan menghentikan penerbangan dari selatan Kota Incheon ke Nairobi, begitu pula sebaliknya. Penghentian penerbangan ini belum bisa dikonfirmasi sampai kapan berlangsung. Sebelumnya, penerbangan ke Nairobi bisa dilakukan sampai tiga kali dalam sepekan. (Baca:WHO Umumkan ebola Darurat Kesehatan Internasional)

    Belakangan ini, virus ebola menjadi masalah besar yang dihadapi beberapa negara di Afrika. Penyakit virus ebola atau ebola virus disease (EVD) merupakan demam berdarah viral dan merupakan salah satu penyakit akibat virus yang paling mematikan bagi manusia. (Baca:WHO: Vaksin ebola Baru Akan Siap Tahun Depan)

    Penyakit ini pertama kali dilaporkan pada 1976 di dua tempat berbeda, yaitu Nzara, Sudan; dan Yambuku, Republik Demokratik Kongo. Letak Yambuku dekat dengan Sungai Ebola. Karena itulah penyakit ini dinamai penyakit ebola.

    Wabah virus ebola hingga kini belum terdeteksi menyebar sampai ke Kenya. Namun, sejak awal tahun, virus ini telah menewaskan seribu orang di Guinea, Liberia dan Sierra Leone. Bulan lalu, Nigeria menjadi negara Afrika keempat yang terdeteksi terkena serangan virus ebola. (Baca:Negara Terjangkit ebola Berstatus Darurat Nasional)

    Jumlah pasien ebola di Nigeria terus meningkat, dari yang awalnya hanya satu orang sekarang telah berjumlah sebelas orang. Menteri Kesehatan Nigeria Onyebuchi Chukwu mengatakan tiga orang tewas dan delapan lainnya telah berada di ruang isolasi kesehatan di Kota Lagos. 

    Maskapai penerbangan asal Uni Emirat Arab, Emirates Airline, menjadi maskapai internasional pertama yang menghentikan layanan penerbangan ke Afrika Barat karena adanya virus ebola di negeri itu. Penghentian telah dilakukan Emirates sejak 2 Agustus 2014 lalu.

    AL JAZEERA | VIQIANSAH DENNIS

    Topik terhangat:
    ISIS | Pemerasan TKI | Sengketa Pilpres | Pembatasan BBM Subsidi 

    Berita terpopuler lainnya:
    Adik Prabowo: Tidak Ada Rekonsiliasi dengan Jokowi
    Tersengat Listrik, Ketua Komisi V Meninggal
    Robin Williams Akui Alami Sulit Keuangan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.