Korut Tembakkan Roket Sebelum Paus Tiba di Korsel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, berbicara kepada sejumlah angkatan yang ikut dengannya saat memantau pembangunan rumah untuk bayi dan panti asuhan di Pyongyang, Korea Utara (13/8). REUTERS/KCNA

    Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, berbicara kepada sejumlah angkatan yang ikut dengannya saat memantau pembangunan rumah untuk bayi dan panti asuhan di Pyongyang, Korea Utara (13/8). REUTERS/KCNA

    TEMPO.CO, Pyongyang - Korea Utara menembakkan tiga roket jarak pendek ke pantai timur sebelum Paus Francis tiba di Korea Selatan, Kamis, 14 Agustus 2014. Korsel menjadi negara pertama kunjungan kepausan Paus Francis ke negara-negra Asia.

    Menurut keterangan pejabat Kementerian Pertahanan yang tak disebutkan namanya kepada kantor berita Agence France-Presse, roket-roket tersebut ditembakkan dari beberapa lokasi peluncuran di kota pelabuhan Wonsan, Korut. "Roket tersebut terbang sejauh 220 kilometer sebelum mendarat di perairan sebelah timur Semenanjung Korea," ujarnya.

    Tembakan roket terakhir berlangsung 35 menit sebelum Paus Francis tiba di lapangan terbang di Seoul, tempat Paus memulai kunjungan selama lima hari di Korsel.

    Peluncuran roket itu juga terkait dengan dimulainya latihan militer bersama antara Amerika Serikat dan Korsel sejak Senin, 11 Agustus 2014. Seoul dan Washington menyatakan latihan pertahanan bersama ini alami, tapi Korut menentang latihan tersebut. Menurut keduanya, hal itu merupakan ancaman peperangan.

    AL ARABIYA | CHOIRUL

    Topik terhangat:
    ISIS | Pemerasan TKI | Sengketa Pilpres | Pembatasan BBM Subsidi

    Berita terpopuler lainnya:
    Adik Prabowo: Tidak Ada Rekonsiliasi dengan Jokowi
    Tersengat Listrik, Ketua Komisi V Meninggal
    Robin Williams Akui Alami Sulit Keuangan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.