Paus Terpilih: Tepuk Tangan, Tangisan, lalu Sampanye

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Vatikan: Mula-mula terdengar tepuk tangan dan tangisan. Lalu gelas-gelas berisi sampanye berdenting dari meja berbentuk lingkaran di Gereja Sistina, tempat pemilihan paus dilakukan pada Selasa (19/4). Itulah suasana menjelang akhir pemilihan paus, yang menempatkan Jozeph Ratzinger sebagai pemimpin baru umat Katolik."Ketika angka merambat, semua secara spontan bertepuk tangan. Semua orang berdiri dan bersorak," kata Joachim Meisner, pemimpin gereja dari Cologne, yang mengikuti jalannya pemilihan. Ratzinger, menurut dia, tampak tetap tenang.Tepuk tangan pertama terdengar ketika perolehan suara Ratziner mencapai 77. Ini adalah angka penting guna mencapai dua per tiga dari 115 kardinal yang mengikuti pemilihan, syarat paus baru terpilih. Tepuk tangan kembali terdengar ketika sisa suara dihitung."Saya menutup wajah, menangis. Dan saya tidak sendirian melakukan hal itu," kata Karl Lehmann, pemimpin gereja Mainz dan ketua Konferensi Gereja Jerman. Ratzinger, 78 tahun, lalu ditanya apakah menerima tanggung jawab baru. Jarum jam belum menunjukkan pukul 18.00 waktu setempat (pukul 21.00 WIB), ketika sang kardinal menjawab tantangan itu. "Dengan Semangat Suci, saya menjawab hasil pemilihan ini dengan: Ya," kata dia. Ia lalu memilih nama Benediktus XVI sebagai "nama resminya".Para kardinal kemudian mengucapkan selamat kepada Ratzinger, dan menerima pemberkatannya. Meisner berada di urutan ke-16 dan orang Jerman pertama yang memberikan selamat. Di depan koleganya itu, ia hanya menyatakan, "Saya tidak bisa mengatakan apapun."Ratzinger menenangkan Meisner. "Dia (Ratzinger) berkata, 'kamu tahu, saya akan datang ke Cologne'," kata Meisner, menunjuk rencana perayaan Hari Pemuda Sedunia di Jerman wilayah barat itu pada 16-21 Agustus 2005. Acara itu sebenarnya akan dihadiri oleh Paus Yohannes Paulus II, yang meninggal 2 April lalu.Sesuai tradisi, paus baru segera mengenakan jubah kebesarannya. Tempat ganti pakaian di Gereja Sistina ini disebut "Ruang Air Mata", karena di sana lah paus baru meneteskan air mata setelah menerima tanggung jawab barunyar.Ketika Ratzinger keluar dari ruangan ganti, jubahnya tampak tidak pas. Sepatunya juga terlalu besar, kata Meisner. Ia mengaku awalnya berpikir, bahwa Ratzinger juga lupa mengenakan topi putihnya. Ternyata, "Topi kebesaran tersamarkan dalam rambut putihnya."Sang paus kemudian dipersilakan makan malam ?setelah penjahit membereskan pakaiannya. Menurut Meisner, penampilan Ratzinger kini kelihatan "tanpa cela".Sang paus menyantap sup buncis kental, salad daging sapi kering, dan sepiring daging. Biarawati lalu membawakanbuah dan makanan penutup. Jamuan makan malam itu ditutup dengan sampanye. "Suasananya sangat gembira, seperti ketika anak-anak berkumpul dengan ayah mereka," kata Meisner. AFP/Budi S

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.