Terdesak ISIS, Etnis Yazidi Mengungsi ke Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi Irak dari kelompok Yazidi menyeberangi perbatasan Suriah-Irak di pos perbatasan Feeshkhabour, Irak, Ahad 10 Agustus 2014. AP/Khalid Mohammed

    Pengungsi Irak dari kelompok Yazidi menyeberangi perbatasan Suriah-Irak di pos perbatasan Feeshkhabour, Irak, Ahad 10 Agustus 2014. AP/Khalid Mohammed

    TEMPO.CO, Sinjar – Serangan Negara Islam yang dulu dikenal sebagai Negara Islam Irak dan Suriah telah menyudutkan etnis minoritas Yazidi yang berada di wilayah pegunungan Sinjar, Irak utara, sejak sepuluh hari lalu.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan saat ini ada puluhan ribu warga sipil, kebanyakan etnis Yazidi, yang membutuhkan bantuan agar bisa bertahan hidup di wilayah tersebut. (Baca: Pasukan AS Gempur Pertahanan ISIS di Irak)

    Kepada BBC, Keiran Dwyer, yang bekerja untuk badan kemanusiaan PBB di Irbil, mengatakan sejumlah warga Yazidi berhasil melarikan diri dari bagian utara pegunungan dalam 72 jam terakhir. Mereka berhasil melintasi Sungai Tigris dan menuju ke Suriah, tempat mereka mendapat bantuan.

    Etnis minoritas ini telah menjadi target serangan Negara Islam lantaran dianggap sebagai masyarakat “pemuja setan”. Kelompok ini memaksa warga Yazidi memilih masuk Islam atau mati. (Baca: ISIS Kubur Hidup-hidup Anak dan Perempuan Yazidi)

    Dalam laporan pada Ahad kemarin disebutkan Neagar Islam telah menewaskan sekitar 500 warga Yazidi. Mereka juga mengubur beberapa korban mereka hidup-hidup, termasuk perempuan dan anak-anak. Tak hanya itu, sekitar 300 perempuan diculik dan dijadikan budak.

    ANINGTIAS JATMIKA | BBC

    Terpopuler

    PBB Akan Selidiki Kejahatan Perang Israel di Gaza
    Pastor Asal Spanyol Meninggal karena Ebola 
    AS Kirim Obat Penangkal Ebola ke Afrika Barat  

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.